Senin, 24 Maret 2025

Ormas Minta THR ke Pengusaha, Wamen Investasi: Ini Masalah Krusial

Penulis : Bambang Ismoyo
18 Mar 2025 | 21:33 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu. (Foto: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM)
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu. (Foto: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyoroti adanya tindakan oknum organisasi masyarakat (Ormas) yang meminta jatah tunjangan hari raya (THR) kepada para pengusaha.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima adanya laporan tersebut. Menurut Todotua, hal ini merupakan permasalahan yang sangat krusial.

“Iya, betul. Itu memang adalah permasalahan yang sangat krusial,” ungkap Todotua di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Selasa (18/3/2025).

Advertisement

Menyangkut praktik tersebut, Todotua akan mengusut kasus yang dimaksud bersama Aparat Penegak Hukum (APH). “Kita terus berkoordinasi dengan para aparat hukum untuk bisa menyelesaikan itu,” tegas dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang berharap kehadiran pemerintah dan kepolisian dalam menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif di negara Indonesia, termasuk polemik THR yang diajukan ormas dan aparat keamanan.

“Kami berharap isu-isu mengenai adanya oknum-oknum ormas yang meminta THR kepada pengusaha atau perusahaan yang memanfaatkan momentum adanya Idulfitri, menurut hemat kami negara dan kepolisian harus berani tegas,” kata dia di Jakarta, Senin (17/4/2025).

Menurut Sarman, para pengusaha Indonesia dan investor pada prinsipnya tidak keberatan untuk membayar dengan jumlah tertentu untuk yang namanya retribusi dan iuran, asalkan resmi datang dari pemerintah atau memiliki dasar hukum.

“Tetapi ketika ada permintaan-permintaan uang yang tidak memiliki dasar hukum, tentu itu akan menjadi beban bagi para pengusaha dan investor. Hal itu masuk biaya tak terduga yang kalau dibiarkan akan menjadi beban yang sangat berat,” ungkap Sarman.

Kadin Indonesia berharap pemerintah bisa hadir untuk mengatur terkait polemik THR ini sekaligus menertibkan agar para pengusaha-pengusaha dan calon investor merasa tenang dan nyaman dalam menanamkan modalnya di negara Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 34 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 58 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia