Ormas Minta THR ke Pengusaha, Wamen Investasi: Ini Masalah Krusial

JAKARTA, investor.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyoroti adanya tindakan oknum organisasi masyarakat (Ormas) yang meminta jatah tunjangan hari raya (THR) kepada para pengusaha.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima adanya laporan tersebut. Menurut Todotua, hal ini merupakan permasalahan yang sangat krusial.
“Iya, betul. Itu memang adalah permasalahan yang sangat krusial,” ungkap Todotua di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Menyangkut praktik tersebut, Todotua akan mengusut kasus yang dimaksud bersama Aparat Penegak Hukum (APH). “Kita terus berkoordinasi dengan para aparat hukum untuk bisa menyelesaikan itu,” tegas dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang berharap kehadiran pemerintah dan kepolisian dalam menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif di negara Indonesia, termasuk polemik THR yang diajukan ormas dan aparat keamanan.
“Kami berharap isu-isu mengenai adanya oknum-oknum ormas yang meminta THR kepada pengusaha atau perusahaan yang memanfaatkan momentum adanya Idulfitri, menurut hemat kami negara dan kepolisian harus berani tegas,” kata dia di Jakarta, Senin (17/4/2025).
Menurut Sarman, para pengusaha Indonesia dan investor pada prinsipnya tidak keberatan untuk membayar dengan jumlah tertentu untuk yang namanya retribusi dan iuran, asalkan resmi datang dari pemerintah atau memiliki dasar hukum.
“Tetapi ketika ada permintaan-permintaan uang yang tidak memiliki dasar hukum, tentu itu akan menjadi beban bagi para pengusaha dan investor. Hal itu masuk biaya tak terduga yang kalau dibiarkan akan menjadi beban yang sangat berat,” ungkap Sarman.
Kadin Indonesia berharap pemerintah bisa hadir untuk mengatur terkait polemik THR ini sekaligus menertibkan agar para pengusaha-pengusaha dan calon investor merasa tenang dan nyaman dalam menanamkan modalnya di negara Indonesia.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV