Senin, 24 Maret 2025

Perusahaan Mulai Realisasikan Pembayaran THR Lebih Awal

Penulis : Thomas E. Harefa
18 Mar 2025 | 16:07 WIB
BAGIKAN
Ilustrrasi tunjangan Hari Raya (THR). (Foto: Roojai)
Ilustrrasi tunjangan Hari Raya (THR). (Foto: Roojai)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah telah mengumumkan kebijakan terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) dan bonus bagi pekerja swasta, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta gig-worker seperti mitra ojek dan taksi daring.

Adapun Presiden Prabowo Subianto dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, baru-baru ini menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para pekerja pada Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo Subianto memastikan realisasi THR dan bonus hari raya akan dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Saya minta agar pemberian THR bagi pekerja swasta, BUMN, BUMD diberi paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idulfitri. Dan besaran serta mekanismenya nanti disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan melalui surat edaran,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari laman Presiden.go.id.

Advertisement

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menekankan pentingnya peran pelaku ekonomi dalam mendukung kesejahteraan pekerja melalui pemberian THR yang lebih cepat dari ketentuan pemerintah.

“Para pelaku ekonomi diharapkan (pengusaha), terutama di bulan Ramadan, membayarkan THR yang kalau bisa lebih cepat daripada yang disampaikan oleh pemerintah, menjaga lapangan kerja, menjaga daya saing, melakukan ekspansi terutama sektor yang dapat meningkatkan lapangan kerja, dan terakhir menjaga ekosistem usaha,” ujar Airlangga dalam keterangannya, baru-baru ini.

Salah satu pelaku usaha yang telah membayarkan THR adalah PT Unilever Indonesia Tbk (Unilever). Perusahaan dari sektor barang kebutuhan konsumen tersebut telah merealisasikan pembayaran THR kepada seluruh karyawannya lebih awal dari ketentuan yang berlaku, yakni pada hari pertama Ramadan.

Menurut informasi yang diterima, langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan sekaligus untuk memastikan karyawan dapat lebih tenang dalam mempersiapkan kebutuhan Idulfitri.

Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Padwestiana Kristanti menyampaikan, membayarkan THR pada hari pertama Ramadan sudah dijalankan Unilever Indonesia selama bertahun-tahun. Dia menekankan bahwa praktik tersebut bukan hanya sekadar bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga bagian dari komitmen perusahaan dalam mengedepankan kesejahteraan karyawan.

“Kami membayarkan THR lebih awal dari batas waktu yang ditentukan pemerintah untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi karyawan dalam menyambut hari raya. Dengan ini, kami berharap mereka dapat merencanakan kebutuhan mereka dengan lebih baik,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (18/3/2025).

Di sektor transportasi daring atau gig-worker, Group CEO & Co-Founder Grab Anthony Tan mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan bonus hari raya (BHR) kepada para mitra pengemudinya. Bonus hari raya ini akan diberikan melalui program bonus kinerja khusus. Anthony menjelaskan bahwa program bonus kinerja khusus merupakan bentuk apresiasi perusahaan atas dedikasi dan kontribusi para mitra pengemudi dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 2025.

"Bonus ini merupakan bentuk dukungan tambahan yang pada dasarnya tidak termasuk dalam manfaat rutin yang diterima oleh pekerja sektor ekonomi informal, seperti mitra pengemudi platform digital (gig worker)," jelas Anthony.

Menurut dia, BHR akan diberikan kepada mitra pengemudi yang memenuhi kriteria sebagai penerima bonus.

Sesuai dengan ketentuan, pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih berhak menerima THR sebesar satu bulan gaji, sementara pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun akan mendapatkan THR secara proporsional. Dengan regulasi yang telah ditetapkan, diharapkan seluruh pekerja dapat menerima hak mereka tepat waktu demi kesejahteraan yang lebih baik menjelang Idulfitri.

Editor: Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 43 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia