Pindar Berguguran, Minat Bank Masih Besar

JAKARTA, investor.id – Isu layanan pinjaman daring (pindar) yang berguguran tak lantas menyurutkan bank untuk menghentikan penyaluran kredit ke platform fintech p2p lending. Bahkan, kontribusi pendanaan dari bank di fintech p2p lending makin besar.
Seperti yang diketahui, jumlah fintech p2p lending yang memberi layanan pindar menyusut seiring cabut izin usaha (CIU) dari otoritas jasa keuangan. Dua pindar dengan nama besar yaitu Tanifund dan Investree tumbang dicabut izin usahanya (CIU) pada tahun 2024, sedangkan Jembatan Emas dan Dhanapala memutuskan mengembalikan izin usaha.
Dengan demikian, jumlah fintech p2p lending hingga akhir 2024 tersisa 97 entitas. Jumlahnya berkurang 4 entitas dibanding pada akhir 2023 yang sebanyak 101 entitas.
Meski begitu, kembali bergugurannya jumlah penyedia layanan pindar tak menyurutkan minta bank menjadi lender di fintech p2p lending. Bahkan, penempatan dana bank di fintech p2p lending semakin signifikan dalam beberapa waktu belakangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyampaikan, nominal outstanding pinjaman dari fintech p2p lending pada Desember 2024 tercatat sebesar Rp 77,07 triliun, dengan tren yang semakin meningkat dibandingkan pada November 2024 sebesar Rp 75,60 triliun.
“Pendanaan perbankan pada Desember 2024 masih mendominasi penyaluran pembiayaan P2P Lending sebesar 60% dan porsinya cenderung meningkat dibandingkan pada November 2024 sebesar 59%, dengan bank digital cenderung mendominasi pendanaan,” ungkap Dian kepada wartawan, dikutip pada Minggu (23/2/2025).
Dian menerangkan, maraknya fenomena fintech p2p lending yang bermasalah belum berdampak pada peningkatan NPL Bank secara signifikan. Secara keseluruhan, NPL gross di sektor perbankan pada Desember 2024 tercatat sebesar 2,08% atau lebih rendah dari posisi akhir 2023 ayang yang sebesar 2,19%.
Sementara itu, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) yang merefleksikan pinjaman bermasalah di fintech p2p lending berada di level 2,60% pada Desember 2024. Angka tersebut juga jauh lebih baik dari TWP90 posisi Desember 2023 yang sebesar 2,93%.
Imbauan dari OJK
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV