Senin, 24 Maret 2025

3,22 Juta Anak Muda Kesulitan Bayar Utang Pindar

Penulis : Prisma Ardianto
9 Mar 2025 | 21:39 WIB
BAGIKAN
Warga mengamati salah satu aplikasi fintech p2p lending melalui gawainya di Kota Serang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Warga mengamati salah satu aplikasi fintech p2p lending melalui gawainya di Kota Serang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

JAKARTA, investor.id – Terdapat sebanyak 3,22 juta anak muda yang kesulitan membayar utang dari pemanfaatan layanan pinjaman daring (pindar) dari fintech p2p lending. Mereka kesulitan utang dengan total nilai Rp 5,57 triliun.

Mengacu statistik fintech dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat sebanyak 13,49 anak muda yang tercatat memanfaatkan layanan pinjaman daring (pindar) di fintech p2p lending. Mereka terbagi dalam kelompok usia <19 tahun dan usia antara 19-34 tahun.

Segmen peminjam (borrower) perorangan yang masuk dalam kategori anak muda tersebut mencakup 60,43% dari total borrower perorangan di fintech p2p lending yang mencapai sebanyak 22,33 akun rekening.

Advertisement

Secara nominal, total outstanding pinjaman anak muda di fintech p2p lending mencapai Rp 37,51 triliun atau bertumbuh 27,73% year on year (yoy) pada 2024. Nominal pinjaman anak muda berkontribusi lebih dari separuh atau 51,76% dari total pinjaman perorangan di fintech p2p lending.

OJK sedikit memperbarui format laporan fintech, namun dapat diketahui bahwa secara umum, mayoritas peminjam dari segmen anak muda tetap patuh dalam membayarkan kewajibannya. Sebanyak 10,27 juta akun mencatat status pinjaman ‘lancar’ atau belum jatuh tempo dengan outstanding pinjaman Rp 31,93 triliun.

Sementara kelompok pertama yang kesulitan bayar pindar di fintech p2p lending adalah pinjaman ‘dalam perhatian khusus’. Ini adalah angsuran yang belum terbayarkan sampai dengan 30 hari sejak jatuh tempo. Jumlahnya sebanyak 1,32 juta akun dengan nilai outstanding pinjaman Rp 2,25 triliun.

Kelompok kedua adalah mereka yang belum mampu membayarkan kewajiban dalam rentang 30-60 hari atau status pinjaman ‘kurang lancar’. Tercatat, sebanyak 860 ribu anak muda kesulitan bayar angsuran dengan total nilai Rp 1,45 triliun.

Pinjaman Macet

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 32 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 56 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia