3,22 Juta Anak Muda Kesulitan Bayar Utang Pindar

JAKARTA, investor.id – Terdapat sebanyak 3,22 juta anak muda yang kesulitan membayar utang dari pemanfaatan layanan pinjaman daring (pindar) dari fintech p2p lending. Mereka kesulitan utang dengan total nilai Rp 5,57 triliun.
Mengacu statistik fintech dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat sebanyak 13,49 anak muda yang tercatat memanfaatkan layanan pinjaman daring (pindar) di fintech p2p lending. Mereka terbagi dalam kelompok usia <19 tahun dan usia antara 19-34 tahun.
Segmen peminjam (borrower) perorangan yang masuk dalam kategori anak muda tersebut mencakup 60,43% dari total borrower perorangan di fintech p2p lending yang mencapai sebanyak 22,33 akun rekening.
Secara nominal, total outstanding pinjaman anak muda di fintech p2p lending mencapai Rp 37,51 triliun atau bertumbuh 27,73% year on year (yoy) pada 2024. Nominal pinjaman anak muda berkontribusi lebih dari separuh atau 51,76% dari total pinjaman perorangan di fintech p2p lending.
OJK sedikit memperbarui format laporan fintech, namun dapat diketahui bahwa secara umum, mayoritas peminjam dari segmen anak muda tetap patuh dalam membayarkan kewajibannya. Sebanyak 10,27 juta akun mencatat status pinjaman ‘lancar’ atau belum jatuh tempo dengan outstanding pinjaman Rp 31,93 triliun.
Sementara kelompok pertama yang kesulitan bayar pindar di fintech p2p lending adalah pinjaman ‘dalam perhatian khusus’. Ini adalah angsuran yang belum terbayarkan sampai dengan 30 hari sejak jatuh tempo. Jumlahnya sebanyak 1,32 juta akun dengan nilai outstanding pinjaman Rp 2,25 triliun.
Kelompok kedua adalah mereka yang belum mampu membayarkan kewajiban dalam rentang 30-60 hari atau status pinjaman ‘kurang lancar’. Tercatat, sebanyak 860 ribu anak muda kesulitan bayar angsuran dengan total nilai Rp 1,45 triliun.
Pinjaman Macet
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV