Membuka Akses Permodalan UMKM di Daerah

JAKARTA, investor.id – Kota Parepare yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), telah lama dikenal dengan potensi ekonomi lokal yang berkembang pesat. Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian Parepare adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam beberapa tahun terakhir, diperkirakan jumlah UMKM di Parepare mencapai lebih dari 17.000 yang mayoritas bergerak di sektor usaha perdagangan, kuliner, kerajinan, dan industri kreatif lainnya.
Meskipun pertumbuhan UMKM di Parepare menunjukkan angka yang menggembirakan, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan akses ke modal usaha. Banyak pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan pendanaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka, terutama bagi usaha mikro yang belum memiliki laporan keuangan yang memadai.
Kendala tersebut diungkapkan oleh Nurul Amin, seorang penggiat dan pemerhati UMKM Parepare saat menjadi pembicara dalam kegiatan Kelas Pintar Bersama persembahan Kredit Pintar, yang bertajuk Kelola Keuangan untuk Masa Depan yang Aman, di Kota Parepare, Sabtu (8/3/2025).
Nurul Amin menerangkan kepada para pelaku UMKM yang mengikuti Kelas Pintar Bersama, mengenai pentingnya pengelolaan keuangan untuk masa depan bisnis yang aman. “Membangun UMKM yang sukses memerlukan pengelolaan keuangan yang terstruktur dan berkelanjutan. Untuk itu kita perlu mengetahui strategi penting dalam mengelola keuangan UMKM secara bijak. Termasuk dalam hal ini bagaimana kita menyusun laporan keuangan yang sederhana,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (10/3/2025).
Dia menjelaskan bagaimana cara sederhana menyusun laporan keuangan, hingga bagaimana untuk perencanaan keuangan jangka panjang.
Melihat pentingnya kemampuan dalam pengelolaan keuangan yang bijak dan tepat bagi para pelaku UMKM, Puji Sukaryadi, Brand Manager Kredit Pintar mengungkapkan, Kredit Pintar berinisiatif untuk menyelenggarakan Kelas Pintar Bersama.
“Ini selaras dengan imbauan OJK bagi para pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang baik, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan,” jelas dia.
Kemudian, dengan adanya akses keuangan masyarakat yang lebih luas, bertanggungjawab, dan produktif, kata dia, maka diharapkan dapat semakin mendukung peningkatan kesejahteraan dan kekuatan pembangunan ekonomi nasional.
Berkaitan dengan tantangan yang dihadapi oleh UMKM yaitu kendala permodalan, lebih lanjut Puji memaparkan, kesulitan dalam mendapatkan pinjaman atau modal untuk pengembangan usaha menjadi hambatan signifikan bagi UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas market.
“Untuk itu kami sebagai pelaku usaha jasa keuangan berupaya untuk menjangkau lebih luas lagi akses keuangan, sehingga dapat menjadi solusi bagi UMKM yang terkendala permodalan. Namun demikian, tentu saja ini disertai dengan literasi dan edukasi keuangan yang baik agar permodalan tersebut tepat guna, bertanggungjawab, dan produktif,” jelas dia.
Titik Fokus
Editor: Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV