Senin, 24 Maret 2025

Bank Punya Cukup Bantalan untuk Hadapi Tantangan 2025

Penulis : Prisma Ardianto
23 Feb 2025 | 20:37 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut sektor perbankan memiliki cukup bantalan (cushion) untuk menghadapi berbagai tantangan pada tahun 2025. Gagasan itu didasarkan pada sejumlah sentimen positif yang dirasakan sektor perbankan saat ini dan beberapa waktu ke depan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyampaikan, pada tahun 2025, OJK memperkirakan perbankan akan tetap melanjutkan tren positif, baik terkait penghimpunan dana maupun penyaluran kredit.

“Dengan rasio permodalan yang tinggi, perbankan Indonesia memiliki cushion yang memadai untuk menghadapi tantangan, peluang dan prioritas kebijakan serta pertumbuhan ekonomi pemerintah di tahun 2025,” ungkap Dian kepada wartawan, dikutip pada Minggu (23/2/2025). 

Advertisement

Rasio permodalan (CAR) perbankan berada di level tinggi yaitu sebesar 26,69% pada Desember 2025. Ini menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global. Sementara berdasarkan data OJK yang disampaikan pada Pertemuan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2025, kredit perbankan ditargetkan masih dapat bertumbuh 9–11% year on year (yoy) pada 2025.

Dian menerangkan, beberapa hal yang mendukung asumsi tersebut adalah dengan melihat bahwa perkiraan sebelumnya mengenai penurunan suku bunga AS akan agresif, ternyata dengan situasi terkini menjadi “less aggressive” dan cenderung masih dalam level yang relatif tinggi.

“Namun dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih akan cukup baik diharapkan menarik minat investasi, sehingga meningkatkan peluang perluasan usaha dan permintaan kredit (loan demand),” terang Dian.

Selain itu, proyeksi penurunan suku bunga domestik tahun ini juga diharapkan dapat berdampak positif pada penurunan biaya dana namun tetap cukup menarik bagi nasabah penyimpan (saver) menempatkan dananya di perbankan, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

RBB Usai Laporan Keuangan

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 43 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia