Senin, 24 Maret 2025

AS Kembali Jadi Donatur Bantuan Militer untuk Ukraina

Penulis : Grace El Dora
13 Mar 2025 | 15:41 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (kiri) dan Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz berbicara kepada media setelah pertemuan dengan delegasi Ukraina di Jeddah, Arab Saudi pada Selasa (11/3/2025). (Foto: Saul Loeb/ Pool Photo via AP)
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (kiri) dan Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz berbicara kepada media setelah pertemuan dengan delegasi Ukraina di Jeddah, Arab Saudi pada Selasa (11/3/2025). (Foto: Saul Loeb/ Pool Photo via AP)

WASHINGTON, investor.id – Amerika Serikat (AS) kembali menjadi donatur bantuan militer untuk Ukraina. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah melanjutkan bantuan peralatan militer dan intelijen untuk Ukraina, setelah pemerintah Ukraina menerima usulan gencatan senjata 30 hari yang diusulkan oleh AS, menurut pernyataan Gedung Putih seperti dikutip Anadolu, Kamis (13/3/2025).

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS James Hewitt mengonfirmasi bantuan telah dilanjutkan. Keputusan ini disampaikan hanya satu hari setelah terobosan besar diraih selama pembicaraan antara delegasi AS dan Ukraina di Riyadh, Arab Saudi.

Pengiriman bantuan tersebut sebelumnya disetujui di bawah administrasi presiden AS saat itu, Joe Biden. Ini termasuk bantuan peluru artileri, senjata anti-tank, dan sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS), beber seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya seperti dikutip CNN internasional.

Advertisement

Pengiriman senjata tersebut sempat dihentikan sejak pertemuan antara Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih pada 28 Februari 2025. Saat itu, para pemimpin Amerika tersebut memarahi Presiden Zelensky karena diduga tidak berterima kasih atas bantuan AS selama bertahun-tahun.

Zelensky seketika meninggalkan Gedung Putih, bersamaan dengan dibatalkannya kesepakatan mineral dengan perselisihan publik yang jarang terjadi itu. Kesepakatan tentang pengembangan deposit mineral kritis Ukraina yang akan ditandatangani hari itu tidak terpenuhi, namun negosiasi tetap berlanjut.

Sementara itu, Utusan khusus Trump yaitu Steve Witkoff pada Senin (10/3/2025) mengatakan AS tidak pernah menghentikan aliran intelijen untuk tujuan pertahanan Ukraina di tengah pertikaian.

Bahkan, beberapa senjata yang dibebaskan setelah pertemuan bilateral pada Selasa (11/3/2025) antara delegasi AS dan Ukraina di Arab Saudi kini sudah berada di Polandia menurut CNN internasional.

Di hari yang sama, Menteri Pertahanan Polandia Pawe Zalewski mengatakan di media sosial X bahwa senjata yang disimpan di negara bagian Rzeszow, dekat perbatasan Ukraina, mulai mengalir lagi.

Pejabat Polandia itu mengatakan kepada CNN internasional, kontraktor di Ukraina yang membantu pasukan Ukraina untuk melatih dan memelihara peralatan yang disediakan AS juga telah melanjutkan operasinya.

Tidak jelas apakah mereka meninggalkan Ukraina ketika jeda bantuan diberlakukan.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 52 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia