AS Kembali Jadi Donatur Bantuan Militer untuk Ukraina

WASHINGTON, investor.id – Amerika Serikat (AS) kembali menjadi donatur bantuan militer untuk Ukraina. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah melanjutkan bantuan peralatan militer dan intelijen untuk Ukraina, setelah pemerintah Ukraina menerima usulan gencatan senjata 30 hari yang diusulkan oleh AS, menurut pernyataan Gedung Putih seperti dikutip Anadolu, Kamis (13/3/2025).
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS James Hewitt mengonfirmasi bantuan telah dilanjutkan. Keputusan ini disampaikan hanya satu hari setelah terobosan besar diraih selama pembicaraan antara delegasi AS dan Ukraina di Riyadh, Arab Saudi.
Pengiriman bantuan tersebut sebelumnya disetujui di bawah administrasi presiden AS saat itu, Joe Biden. Ini termasuk bantuan peluru artileri, senjata anti-tank, dan sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS), beber seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya seperti dikutip CNN internasional.
Pengiriman senjata tersebut sempat dihentikan sejak pertemuan antara Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih pada 28 Februari 2025. Saat itu, para pemimpin Amerika tersebut memarahi Presiden Zelensky karena diduga tidak berterima kasih atas bantuan AS selama bertahun-tahun.
Zelensky seketika meninggalkan Gedung Putih, bersamaan dengan dibatalkannya kesepakatan mineral dengan perselisihan publik yang jarang terjadi itu. Kesepakatan tentang pengembangan deposit mineral kritis Ukraina yang akan ditandatangani hari itu tidak terpenuhi, namun negosiasi tetap berlanjut.
Sementara itu, Utusan khusus Trump yaitu Steve Witkoff pada Senin (10/3/2025) mengatakan AS tidak pernah menghentikan aliran intelijen untuk tujuan pertahanan Ukraina di tengah pertikaian.
Bahkan, beberapa senjata yang dibebaskan setelah pertemuan bilateral pada Selasa (11/3/2025) antara delegasi AS dan Ukraina di Arab Saudi kini sudah berada di Polandia menurut CNN internasional.
Di hari yang sama, Menteri Pertahanan Polandia Pawe Zalewski mengatakan di media sosial X bahwa senjata yang disimpan di negara bagian Rzeszow, dekat perbatasan Ukraina, mulai mengalir lagi.
Pejabat Polandia itu mengatakan kepada CNN internasional, kontraktor di Ukraina yang membantu pasukan Ukraina untuk melatih dan memelihara peralatan yang disediakan AS juga telah melanjutkan operasinya.
Tidak jelas apakah mereka meninggalkan Ukraina ketika jeda bantuan diberlakukan.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV