Senin, 24 Maret 2025

Trump Sebut The Fed Harus Pangkas Suku Bunga Saat Tarif Meningkat

Penulis : Grace El Dora
20 Mar 2025 | 15:08 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara di Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington, AS pada 21 Januari 2025. (Foto: AP/ Julia Demaree Nikhinson)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara di Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington, AS pada 21 Januari 2025. (Foto: AP/ Julia Demaree Nikhinson)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan The Federal Reserve (The Fed) harus memangkas suku bunga saat tarif meningkat. Pendapat ini bertolak belakang dengan bank sentral AS, saat para pejabat mempertimbangkan biaya ekonomi dari tarif yang ditetapkannya.

"The Fed akan jauh lebih baik jika memangkas suku bunga saat tarif AS mulai beralih (melonggarkan) ke dalam ekonomi. Lakukan hal yang benar. 2 April adalah Hari Pembebasan di Amerika!!!" unggah Trump dalam lewat media sosialnya Truth Social seperti dikutip Bloomberg, Kamis (20/3/2025).

Unggahan Trump pada Rabu (19/3/2025) muncul saat pemerintahannya bersiap untuk mengungkap gelombang tarif baru, yang menurut Gubernur The Fed Jerome Powell akan memengaruhi perkiraan.

Advertisement

Para pejabat Fed mempertahankan suku bunga acuan mereka tetap stabil untuk pertemuan kedua berturut-turut, seperti yang diharapkan. Powell meremehkan kekhawatiran yang membara tentang perlambatan tetapi mengakui ketidakpastian tarif merupakan faktor dan sudah berkontribusi terhadap inflasi barang, tetapi mungkin terbukti sementara.

Pemerintahan Trump bersiap untuk mengumumkan gelombang tarif baru pada 2 April 2025, meskipun cakupan pastinya tidak jelas. Trump telah menjanjikan apa yang disebut tarif timbal balik setidaknya pada beberapa negara sebagai balasan, meskipun pemerintahannya belum menentukan negara mana atau berapa tarifnya.

Trump telah berulang kali mengirim pesan yang membingungkan tentang The Fed, terkadang menyerukan pemotongan dan menolak untuk campur tangan.

Sebelumnya pada Rabu, penasihat ekonomi nasional Trump yaitu Kevin Hassett menekankan presiden AS dan pejabat sangat menghormati independensi The Fed.

Meskipun demikian, Hassett menjelaskan dirinya berbeda dengan perkiraan pertumbuhan The Fed, dengan mengatakan ia mengantisipasi tingkat pertumbuhan 2,5%. Pejabat Fed sekarang memperkirakan ekspansi 1,7%.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 52 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia