Senin, 24 Maret 2025

Ukraina Terima Tawaran Gencatan Senjata AS, Tinggal Rusia 

Penulis : Indah Handayani
12 Mar 2025 | 05:26 WIB
BAGIKAN
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara dalam konferensi pers di Kyiv, Ukraina pada Rabu (19/2/2025). (Foto: AP)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara dalam konferensi pers di Kyiv, Ukraina pada Rabu (19/2/2025). (Foto: AP)

KIEV, investor.id – Ukraina sepakat untuk menerima gencatan senjata selama 30 hari yang dinegosiasikan oleh Amerika Serikat (AS), jika Rusia juga menyetujuinya. Kesepakatan ini diumumkan oleh pejabat Ukraina pada Selasa (11/3/2025).

Dikutip dari CNBC internasional, sebagai bagian dari rencana tersebut, AS segera mencabut penghentian sementara dalam berbagi intelijen dengan Ukraina dan akan kembali memberikan bantuan keamanan kepada negara tersebut, yang telah menghadapi invasi Rusia selama lebih dari tiga tahun.

“Ukraina siap untuk memulai pembicaraan dan menghentikan pertempuran,” ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam konferensi pers di Jeddah, Arab Saudi, setelah lebih dari tujuh jam negosiasi antara delegasi tingkat tinggi AS dan Ukraina.

Advertisement

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyetujui kesepakatan terpisah untuk mempercepat pengembangan sumber daya mineral strategis Ukraina. Hal ini dikonfirmasi dalam pernyataan bersama kedua pemerintah.

Dalam pernyataan resminya, Zelensky menegaskan, gencatan senjata yang direncanakan akan mencakup seluruh wilayah konflik. “Gencatan senjata ini tidak hanya akan menghentikan serangan rudal, drone, dan bom, tetapi juga semua pertempuran di Laut Hitam dan sepanjang garis depan,” kata Zelensky.

Zelensky menambahkan, Ukraina melihat langkah ini sebagai perkembangan positif dan siap untuk menjalankannya. Namun, ia juga menekankan bahwa keberhasilan kesepakatan ini tergantung pada kesediaan Rusia untuk ikut serta.

“Sekarang, AS harus meyakinkan Rusia agar melakukan hal yang sama. Jika Rusia setuju, maka keheningan akan berlaku seketika,” tambahnya.

Tinggal Rusia

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 52 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia