Ukraina Terima Tawaran Gencatan Senjata AS, Tinggal Rusia

KIEV, investor.id – Ukraina sepakat untuk menerima gencatan senjata selama 30 hari yang dinegosiasikan oleh Amerika Serikat (AS), jika Rusia juga menyetujuinya. Kesepakatan ini diumumkan oleh pejabat Ukraina pada Selasa (11/3/2025).
Dikutip dari CNBC internasional, sebagai bagian dari rencana tersebut, AS segera mencabut penghentian sementara dalam berbagi intelijen dengan Ukraina dan akan kembali memberikan bantuan keamanan kepada negara tersebut, yang telah menghadapi invasi Rusia selama lebih dari tiga tahun.
“Ukraina siap untuk memulai pembicaraan dan menghentikan pertempuran,” ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam konferensi pers di Jeddah, Arab Saudi, setelah lebih dari tujuh jam negosiasi antara delegasi tingkat tinggi AS dan Ukraina.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyetujui kesepakatan terpisah untuk mempercepat pengembangan sumber daya mineral strategis Ukraina. Hal ini dikonfirmasi dalam pernyataan bersama kedua pemerintah.
Dalam pernyataan resminya, Zelensky menegaskan, gencatan senjata yang direncanakan akan mencakup seluruh wilayah konflik. “Gencatan senjata ini tidak hanya akan menghentikan serangan rudal, drone, dan bom, tetapi juga semua pertempuran di Laut Hitam dan sepanjang garis depan,” kata Zelensky.
Zelensky menambahkan, Ukraina melihat langkah ini sebagai perkembangan positif dan siap untuk menjalankannya. Namun, ia juga menekankan bahwa keberhasilan kesepakatan ini tergantung pada kesediaan Rusia untuk ikut serta.
“Sekarang, AS harus meyakinkan Rusia agar melakukan hal yang sama. Jika Rusia setuju, maka keheningan akan berlaku seketika,” tambahnya.
Tinggal Rusia
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV