Senin, 24 Maret 2025

Putin Setop Serang Fasilitas Energi Ukraina Tapi Tanpa Gencatan Senjata

Penulis : Grace El Dora
19 Mar 2025 | 17:45 WIB
BAGIKAN
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat saat berpidato di kongres tahunan Persatuan Industrialis dan Pengusaha Rusia di Moskow, Rusia, Selasa (18/3/2025). (Foto: Maxim Shemetov/ Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat saat berpidato di kongres tahunan Persatuan Industrialis dan Pengusaha Rusia di Moskow, Rusia, Selasa (18/3/2025). (Foto: Maxim Shemetov/ Pool Photo via AP)

MOSKOW, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin setop menyerang fasilitas energi Ukraina selama 30 hari, tetapi tanpa gencatan senjata. Putin menolak untuk mendukung gencatan senjata penuh yang diharapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Padahal, gencatan senjata akan menjadi langkah pertama menuju kesepakatan damai permanen.

Pemerintah Ukraina akan mendukung perjanjian yang dibuat lebih sederhana, yang mengharuskan kedua negara menunda penembakan terhadap infrastruktur energi masing-masing selama sekitar satu bulan. Para ahli mengatakan Putin menghindari membuat konsesi signifikan dalam apa yang bisa menjadi permainan waktu saat pasukan Rusia maju di Ukraina timur, lapor Reuters pada Rabu (19/3/2025).

Advertisement

Perwakilan Gedung Putih mengatakan pembicaraan yang ditujukan untuk rencana perdamaian yang lebih luas akan segera dimulai, menyusul panggilan telepon yang panjang antara Trump dan Putin pada Selasa (18/3/2025).

Tidak jelas apakah Ukraina akan terlibat dalam pembicaraan tersebut, yang akan berlangsung di Timur Tengah. Pembahasannya mencakup gencatan senjata maritim di Laut Hitam, serta gencatan senjata yang lebih lengkap dan kesepakatan damai permanen.

Putin memerintahkan militer Rusia untuk menghentikan serangan terhadap lokasi energi setelah berbicara dengan Trump, kata Kremlin.

Namun, ia mengemukakan kekhawatiran gencatan senjata sementara dapat memungkinkan Ukraina untuk mempersenjatai kembali dan memobilisasi lebih banyak tentara. Putin menegaskan kembali tuntutannya bahwa setiap resolusi memerlukan diakhirinya semua bantuan militer dan intelijen ke Ukraina, menurut pernyataan Kremlin.

Trump mengatakan kepada Fox News, bantuan ke Ukraina tidak muncul dalam percakapan tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya akan mendukung usulan untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas dan infrastruktur energi selama 30 hari. Ia mengatakan Rusia meluncurkan lebih dari 40 pesawat nirawak (drone) pada Selasa malam, menghantam sebuah rumah sakit di Sumy dan daerah lain, termasuk wilayah Kyiv yang mengelilingi ibu kota Ukraina.

"Hari ini, Putin secara de facto menolak usulan gencatan senjata penuh. Dunia seharusnya menolak segala upaya Putin untuk memperpanjang perang," kata Zelensky dalam sebuah unggahan di aplikasi perpesanan Telegram.

Trump, yang memiliki hubungan rumit dengan Zelensky, berbicara positif tentang panggilan teleponnya dengan Putin. "Kami melakukan panggilan telepon yang hebat. Itu berlangsung hampir dua jam," kata Trump di Fox News Channel.

Namun, presiden AS tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Ukraina, yang sebelumnya digambarkan Trump sebagai negara yang lebih sulit diajak bekerja sama daripada Rusia, telah menyetujui usulan AS untuk gencatan senjata penuh selama 30 hari. Putin tidak setuju.

"Panggilan telepon ini menyoroti betapa sulitnya Rusia menjadi lawan bicara dan keengganan Rusia secara umum untuk berbicara tentang membuat kemajuan nyata dalam menghentikan perang ini," kata Kristine Berzina, seorang direktur pelaksana di lembaga pemikir German Marshall Fund. Dia menyebut gencatan senjata terbatas sebagai langkah maju yang sangat kecil.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 52 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia