Trump Sebut Ada Peluang Sangat Besar Gencatan Senjata Rusia dan Ukraina

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji "peluang sangat besar" Rusia dan Ukraina untuk mencapai gencatan senjata selama 30 hari. Negosiasi ini dipimpin AS, setelah Kremlin mendukung "gagasan" gencatan senjata dengan peringatan.
"Kami telah melakukan diskusi yang sangat baik dan produktif dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia kemarin, dan ada peluang yang sangat besar bahwa perang yang mengerikan dan berdarah ini akhirnya dapat berakhir," kata Trump di platform media sosial Truth Social miliknya, seperti dikutip CNBC internasional, Sabtu (15/3/2025).
Pertemuan utusan AS, Steve Witkoff, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terjadi setelah presiden Rusia itu pada Kamis (13/3/2025) tampak menyambut baik usulan gencatan senjata dengan negosiasikan AS yang telah didukung Ukraina.
"Ide (gencatan senjata) itu sendiri benar dan kami tentu mendukungnya, tetapi ada beberapa masalah yang perlu didiskusikan," kata Putin pada Kamis. Ia mendesak diskusi lebih lanjut dengan AS dan kemungkinan akan melakukan panggilan telepon dengan Trump.
Putin telah menyatakan kekhawatiran gencatan senjata sementara akan memberi waktu bagi pasukan Ukraina untuk "memasok senjata" atau "melatih unit yang baru dimobilisasi" dan mempertanyakan bagaimana gencatan senjata akan ditegakkan.
Di sisi lain, Trump mengatakan Ukraina dan AS telah membahas unsur-unsur perjanjian termasuk konsesi teritorial dan aksesi Ukraina di masa depan ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Ini termasuk pembahasan nasib pembangkit listrik yang tidak disebutkan namanya, yang kemungkinan fasilitas nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia.
Kremlin mempertahankan nada hati-hati pada Jumat (14/3/2025), meskipun ada perkembangan sehari sebelumnya.
"Tentu saja ada alasan untuk bersikap optimis. (Putin) mengatakan dia mendukung posisi Presiden Trump dalam hal penyelesaian, tetapi dia menyuarakan beberapa pertanyaan yang perlu dijawab bersama," beber juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dalam komentar yang dimuat oleh media pemerintah Rusia Tass.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV