Senin, 24 Maret 2025

Jika Gencatan Senjata Tercapai, AS Kembali Berbagi Informasi Intelijen ke Ukraina

Penulis : Grace El Dora
12 Mar 2025 | 11:09 WIB
BAGIKAN
Dalam foto yang disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Istana Kerajaan di Jeddah, Arab Saudi, Senin (10/3/2025). (Foto: Kantor Pers Kepresidenan Ukraina via AP)
Dalam foto yang disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Istana Kerajaan di Jeddah, Arab Saudi, Senin (10/3/2025). (Foto: Kantor Pers Kepresidenan Ukraina via AP)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Ukraina menyetujui gencatan senjata 30 hari yang dinegosiasikan oleh Amerika Serikat (AS) jika Rusia menerima rencana tersebut. Para pejabat mengatakan, AS segera mencabut jeda pembagian informasi intelijen dengan Ukraina sebagai bagian dari rencana tersebut berarti AS akan kembali berbagi informasi intelijen ke Ukraina.

Selanjutnya, AS akan melanjutkan bantuan keamanan ke negara tersebut, yang diinvasi oleh Rusia lebih dari tiga tahun lalu.

"Ukraina siap untuk mulai berbicara dan berhenti menembak," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio di Jeddah, Arab Saudi seperti dikutip CNBC internasional pada Rabu (12/3/2025). Pernyataan ini dikaluarkan setelah lebih dari tujuh jam negosiasi di kota tersebut antara delegasi tingkat tinggi AS dan Ukraina.

Advertisement

Baik Presiden AS Donald Trump maupun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sepakat untuk secepat mungkin menyimpulkan perjanjian komprehensif untuk mengembangkan sumber daya mineral penting Ukraina, demikian isi pernyataan bersama oleh pemerintah kedua negara, Rabu.

Zelensky dalam sebuah pernyataan mengatakan gencatan senjata yang direncanakan akan menghentikan semua permusuhan. Tidak hanya untuk rudal, pesawat nirawak (drone), dan bom, tidak hanya di Laut Hitam, tetapi di sepanjang garis depan, katanya.

"Ukraina menyambut baik usulan ini. Kami melihatnya sebagai langkah positif, dan kami siap untuk menerimanya. Amerika Serikat sekarang harus membujuk Rusia untuk melakukan hal yang sama. Jika Rusia setuju, keheningan akan segera berlaku," ucap Zelensky.

"Hari ini, kami mengajukan tawaran yang telah diterima Ukraina, yaitu untuk mengadakan gencatan senjata dan negosiasi segera untuk mengakhiri konflik ini dengan cara yang langgeng dan berkelanjutan serta memperhitungkan kepentingan, keamanan, dan kemampuan mereka untuk menjadi makmur sebagai sebuah negara.

Dan mudah-mudahan kami akan menyampaikan tawaran ini sekarang kepada Rusia, dan kami berharap mereka akan mengatakan ya, bahwa mereka akan mengatakan ya untuk perdamaian. Sekarang bola ada di tangan mereka," sebut Rubio pernyataan bersama.

Delegasi AS dan Ukraina mengatakan, gencatan senjata sementara selama sebulan dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama para pihak.

“Amerika Serikat akan menyampaikan kepada Rusia bahwa timbal balik Rusia adalah kunci untuk mencapai perdamaian,” tertulis dalam pernyataan itu.

Zelensky dalam pidatonya yang disiarkan televisi setiap malam kepada Ukraina berisi komentarnya saat ini.

“Posisi kami benar-benar jelas. Ukraina telah mengupayakan perdamaian sejak detik pertama perang ini, dan kami ingin melakukan segalanya untuk mencapai perdamaian secepat dan seandal mungkin, sehingga perang tidak akan pernah terjadi lagi,” paparnya.

Menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Ukraina dan AS, kedua delegasi juga membahas pentingnya upaya bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari proses perdamaian. Khususnya selama gencatan senjata yang disebutkan di atas, termasuk pertukaran tawanan perang, pembebasan tahanan sipil, dan pemulangan anak-anak Ukraina yang dipindahkan secara paksa.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 52 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia