Senin, 24 Maret 2025

Trump Mau Jadi Sahabat karena Tak Ingin Rusia dan China Mendekat

Penulis : Grace El Dora
20 Mar 2025 | 21:51 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Bloomberg)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Bloomberg)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin jadi sahabat karena tak ingin Rusia dan China mendekat. Trump menyatakan kehati-hatian atas hubungan yang lebih dekat antara kedua negara bertetangga itu.

Presiden Trump menguraikan rencana untuk meningkatkan hubungan dengan dua negara yang telah bersatu dalam menentang AS di panggung dunia.

"Sebagai seorang mahasiswa sejarah yang saya pelajari, dan saya telah menyaksikan semuanya, hal pertama yang Anda pelajari adalah Anda tidak ingin Rusia dan China bersatu," tutur pemimpin AS itu kepada Fox News seperti dikutip Bloomberg, Kamis (20/3/2025). Komentar ini disampaikan Trump tak lama setelah ia menyelesaikan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang gagal mengamankan gencatan senjata selama 30 hari di Ukraina.

Advertisement

Pemimpin Republik itu meragukan dasar hubungan bilateral Rusia dan China, dengan mengatakan itu tidak alami. "Mereka mungkin bersahabat sekarang, tetapi kami akan bersahabat dengan keduanya," imbuhnya.

Dukungan Trump terhadap Rusia telah dilihat oleh beberapa analis sebagai upaya untuk memisahkan Rusia dari China. Ini disebut "Nixon terbalik" (Reverse Nixon), merujuk pada upaya Amerika di era Perang Dingin untuk memecah belah kedua kekuatan itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menepis anggapan itu bulan lalu. Pihaknya memperingatkan, meskipun AS ingin menghentikan Rusia menjadi mitra junior China, namun berselisih dengan negara-negara tetangga yang bersenjata nuklir akan berdampak buruk bagi stabilitas global, kata Rubio.

Presiden China Xi Jinping mendeklarasikan persahabatan tanpa batas dengan Putin beberapa hari sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Sejak itu, akses ke pasar China telah memberi Rusia jalur hidup ekonomi karena sanksi yang dipimpin AS membuatnya terisolasi.

Pemerintah China memuji Rusia karena mengadakan pembicaraan dengan AS untuk mengakhiri perang. Pihaknya menyebut setiap upaya untuk menabur perselisihan telah ditakdirkan untuk gagal.

Ketika hubungan Rusia menghangat dengan China kembali ke era Barack Obama, Trump mengatakan kedua negara dipaksa bersama melalui "kebijakan energi yang buruk" tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pemimpin AS tersebut berpendapat negara-negara seperti China diberi keuntungan yang tidak adil dengan dibiarkan menggunakan tenaga batu bara, karena pemerintahan AS sebelumnya mendorong agenda energi bersih.

Meskipun Trump telah berbicara langsung dengan Putin sejak berkuasa, ia masih belum mengadakan pembicaraan dengan pemimpin China. Padahal, pemerintah AS telah dua kali menaikkan tarif pada ekonomi nomor dua di dunia.

"China sangat membutuhkan kita dalam hal perdagangan, tetapi kita harus mengatasi defisit. Dan dengan Rusia, mereka ingin memiliki sebagian kekuatan ekonomi kita," ucap Trump.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 35 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 59 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia