Senin, 24 Maret 2025

Ukraina Tolak Gencatan Senjata Darat dengan Rusia

Penulis : Grace El Dora
11 Mar 2025 | 21:50 WIB
BAGIKAN
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan persatuan dan jaminan keamanan karena masa depan Ukraina masih belum pasti. (Foto: Getty)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan persatuan dan jaminan keamanan karena masa depan Ukraina masih belum pasti. (Foto: Getty)

ISTANBUL, investor.id – Pemerintah Ukraina menolak gencatan senjata darat dengan Rusia. Pihaknya tidak menyetujui gencatan senjata tersebut yang akan memungkinkan pasukan Rusia untuk berkumpul kembali dan melanjutkan permusuhan nanti, kata seorang penasihat kepala Kantor Presiden Ukraina pada Selasa (11/3/2025).

Berbicara di televisi, Serhiy Leshchenko menekankan meskipun Ukraina terbuka untuk negosiasi, negara itu bersikeras gencatan senjata apa pun tidak boleh memberi keuntungan bagi Rusia.

“Dia (Presiden Amerika Serikat Donald Trump) bertanya: Apakah ada rencana untuk menghentikan pertempuran? Kami menjawab bahwa kami punya rencana. Kami mengusulkan gencatan senjata di udara—pesawat nirawak (drone), rudal, balistik. Kami juga mengusulkan gencatan senjata di laut. Kami berkomitmen untuk tidak menyerang di sana, meskipun saat ini kami memiliki inisiatif di Laut Hitam. Selain itu, kami mengusulkan untuk menahan diri dari serangan terhadap infrastruktur energi,” ungkap Leshchenko, menurut Kantor Berita Nasional Ukraina atau Ukrinform.

Advertisement

Namun, ia menekankan Ukraina tidak akan menerima gencatan senjata di darat. Pasalnya, hal itu dapat memberi Presiden Rusia Vladimir Putin waktu untuk memperkuat pasukannya dan melanjutkan perang.

“Anda menginginkan gencatan senjata—kami siap. Namun tidak di darat, di mana Putin dapat membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyembuhkan yang terluka, merekrut infanteri dari Korea Utara, dan memulai kembali perang ini,” lanjut Leshchenko.

Ia pun menyoroti sebanyak 70% dari kerugian militer Ukraina diakibatkan oleh serangan pesawat tak berawak.

“Bantuan AS sangat penting di sini, tetapi tidak sampai pada taraf yang mengharuskannya mendikte persyaratan untuk mengakhiri permusuhan dengan cara yang tidak menguntungkan bagi Ukraina,” imbuhnya.

Adapun Ukraina telah berulang kali memperingatkan terhadap perjanjian apa pun yang memungkinkan Rusia untuk mengonsolidasikan pasukannya. Pihaknya mengatakan, hanya pendekatan keamanan yang komprehensif termasuk wilayah udara dan laut yang dapat membawa stabilitas ke kawasan tersebut.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 52 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia