Hamas Siap Berunding dengan AS Meski Kritik Trump

RIYADH, investor.id – Hamas mengaku siap berunding dengan Amerika Serikat (AS) meski mengritik Presiden AS Donald Trump. Seorang pejabat senior Hamas, Mushir al-Masri, menuduh Trump memiliki "standar ganda yang mencolok" terkait pembebasan sandera di Gaza.
Komentar Al-Masri muncul setelah Gedung Putih mengonfirmasi adanya negosiasi langsung dengan Hamas untuk mengamankan pembebasan sandera, yang menandai perubahan signifikan dalam kebijakan AS.
Pembicaraan antara Hamas dan AS bertujuan untuk mencapai stabilitas di kawasan tersebut, kata al-Masri seperti dikutip CNN internasional, Senin (10/3/2025). Namun, gencatan senjata Gaza masih belum pasti karena Israel memblokir bantuan vital untuk menekan Hamas agar memperpanjang gencatan senjata.
Pemerintah Israel telah menolak terlibat dalam pembicaraan langsung dengan Hamas sejak serangan teror 7 Oktober 2023 dan telah berjanji untuk melenyapkan kelompok tersebut.
Al-Masri menekankan, Hamas kini berupaya menyelesaikan masalah penyanderaan dengan imbalan negosiasi pada fase kedua gencatan senjata. Ini akan melibatkan pembebasan sandera yang masih hidup dengan imbalan akhir pertempuran yang berkelanjutan.
Saat ini, hanya satu sandera Amerika yang masih hidup bernama Edan Alexander yang diyakini masih berada di Gaza. Sedangkan empat warga Amerika lainnya yang telah ditnyatakan tewas dan sedikitnya 12 tawanan AS-Israel.
Al-Masri mengritik Trump karena dinilai berfokus pada tahanan Israel, sementara mengabaikan hampir 10.000 tahanan Palestina di penjara Israel. Ia juga menuduh pemerintah AS bias terhadap Israel, memosisikan dirinya sebagai pihak dalam konflik daripada mediator.
Meskipun ada pembicaraan, Trump terus mengancam Hamas dengan menyatakan mereka harus segera membebaskan semua sandera atau menghadapi konsekuensi. Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengisyaratkan kemungkinan aksi militer Amerika di Gaza jika Hamas gagal memenuhi tuntutan AS.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV