Senin, 24 Maret 2025

Hamas Siap Lanjutkan Pertempuran di Jalur Gaza Saat Negosiasi Terkendala

Penulis : Grace El Dora
26 Feb 2025 | 23:56 WIB
BAGIKAN
Gerakan pembebasan Palestina Hamas. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Gerakan pembebasan Palestina Hamas. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

MOSKOW, investor.id – Hamas sedang bersiap untuk melanjutkan pertempuran di Jalur Gaza saat negosiasi terkendala. Gerakan perjuangan Palestina mengatakan saat ini ada masalah dalam pembicaraan gencatan senjata dengan Israel, lapor Wall Street Journal pada Rabu (26/2/2025).

Sumber anonim yang merupakan pejabat dari negara-negara Arab mengungkapkan Gerakan perjuangan Palestina itu sedang menyusun kembali kekuatan militernya untuk kemungkinan dimulainya kembali pertempuran di Gaza.

Para pejabat yang meminta syarat anonim itu mengatakan, sayap bersenjata organisasi tersebut telah menunjuk komandan baru dan mulai menyusun rencana untuk kemungkinan penempatan pasukannya

Advertisement

Di sisi lain pasukan Israel dilaporkan berupaya mengambil kendali Koridor Netzarim, yang membagi Gaza menjadi utara dan selatan. Sebagai bagian dari persiapan pertempuran, Hamas sedang mempersiapkan tim khusus untuk melacak mata-mata Israel yang terdapat di Gaza.

Lebih lanjut, sumber tersebut mengatakan Hamas telah mulai memulihkan terowongan di Gaza dan mengajari anggota barunya cara menggunakan senjata dalam perang gerilya melawan angkatan bersenjata Israel.

Sebagaimana diwartakan, Israel menerima enam sandera dari Hamas pada Sabtu (22/2/2025) tetapi menolak melepaskan lebih dari 600 tahanan Palestina yang dijadwalkan sesuai kesepakatan pertukaran tahanan.

Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akan "menunda" pembebasan tahanan Palestina sampai Hamas menjamin pembebasan sandera Israel berikutnya "tanpa melalui upacara yang memalukan", lapor Sputnik.

Gencatan senjata telah berlaku di Jalur Gaza sejak 19 Januari 2025. Ini adalah bagian dari kesepakatan antara Israel dan gerakan Palestina Hamas untuk membebaskan sandera Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina.

Penjamin perjanjian tersebut adalah Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS) yang telah mendirikan pusat koordinasi di Kairo. Kesepakatan ini adalah gencatan senjata kedua selama konflik berlangsung. Tahap pertama selesai pada November 2023 dan hanya berlangsung selama enam hari.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 2 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 24 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 53 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia