Senin, 24 Maret 2025

India Tak Terhindar dari Tarif Trump pada 2 April

Penulis : Grace El Dora
20 Mar 2025 | 20:26 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Reuters)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan India pun tidak terhindar dari tarif Trump yang akan diberlakukan pada 2 April 2025. India akan terkena bea masuk yang sama, bahkan ketika para pejabat di New Delhi bergegas menenangkan AS dengan mengurangi hambatan perdagangan.

“(India adalah) salah satu negara dengan tarif tertinggi di dunia, saya yakin mereka mungkin akan menurunkan tarif tersebut secara substansial, Tetapi pada 2 April, kami akan mengenakan tarif yang sama kepada mereka," papar Trump pada Rabu (19/3/2025), lapor media konservatif Breitbart News.

Meskipun Trump telah berulang kali mengindikasikan negara Asia Selatan tersebut tidak akan terhindar dari tarif pada 2 April 2025, para pejabat India telah bersikap lebih optimis.

Advertisement

Menteri Perdagangan India Piyush Goyal mengunjungi AS awal bulan ini. Ia mengatakan dirinya telah melakukan "diskusi berwawasan ke depan" dengan para pejabat Trump mengenai kesepakatan perdagangan yang diharapkan kedua belah pihak dapat dicapai pada musim gugur.

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah India telah menurunkan bea masuk atas impor bourbon dan sepeda motor kelas atas. Pihaknya juga setuju untuk membeli lebih banyak energi dan senjata dari AS.

Pejabat di New Delhi telah membahas pengurangan bea masuk untuk berbagai produk lainnya termasuk mobil, beberapa produk pertanian, dan bahan kimia, lapor Bloomberg News, Kamis (20/3/2025).

Negara Asia Selatan tersebut juga mengandalkan hubungan persahabatan yang telah dijalin Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dan Trump selama bertahun-tahun. PM itu adalah salah satu pemimpin asing pertama yang mengunjungi Trump setelah ia kembali menjabat sebagai presiden AS.

Modi juga sempat memuji presiden AS tersebut dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Dalam wawancara Breitbart News, Trump mengatakan ia memiliki hubungan yang sangat baik dengan India, tetapi menekankan masalah dengan struktur tarif negara tersebut.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 38 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia