India Tak Terhindar dari Tarif Trump pada 2 April

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan India pun tidak terhindar dari tarif Trump yang akan diberlakukan pada 2 April 2025. India akan terkena bea masuk yang sama, bahkan ketika para pejabat di New Delhi bergegas menenangkan AS dengan mengurangi hambatan perdagangan.
“(India adalah) salah satu negara dengan tarif tertinggi di dunia, saya yakin mereka mungkin akan menurunkan tarif tersebut secara substansial, Tetapi pada 2 April, kami akan mengenakan tarif yang sama kepada mereka," papar Trump pada Rabu (19/3/2025), lapor media konservatif Breitbart News.
Meskipun Trump telah berulang kali mengindikasikan negara Asia Selatan tersebut tidak akan terhindar dari tarif pada 2 April 2025, para pejabat India telah bersikap lebih optimis.
Menteri Perdagangan India Piyush Goyal mengunjungi AS awal bulan ini. Ia mengatakan dirinya telah melakukan "diskusi berwawasan ke depan" dengan para pejabat Trump mengenai kesepakatan perdagangan yang diharapkan kedua belah pihak dapat dicapai pada musim gugur.
Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah India telah menurunkan bea masuk atas impor bourbon dan sepeda motor kelas atas. Pihaknya juga setuju untuk membeli lebih banyak energi dan senjata dari AS.
Pejabat di New Delhi telah membahas pengurangan bea masuk untuk berbagai produk lainnya termasuk mobil, beberapa produk pertanian, dan bahan kimia, lapor Bloomberg News, Kamis (20/3/2025).
Negara Asia Selatan tersebut juga mengandalkan hubungan persahabatan yang telah dijalin Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dan Trump selama bertahun-tahun. PM itu adalah salah satu pemimpin asing pertama yang mengunjungi Trump setelah ia kembali menjabat sebagai presiden AS.
Modi juga sempat memuji presiden AS tersebut dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Dalam wawancara Breitbart News, Trump mengatakan ia memiliki hubungan yang sangat baik dengan India, tetapi menekankan masalah dengan struktur tarif negara tersebut.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV