Terbuka Kans Asuransi Rujuk Investasi di Saham

Di samping itu, perusahaan asuransi jiwa juga mulai menempatkan investasinya pada instrumen surat berharga dari Bank Indonesia sejak awal tahun 2024. Dalam setahun, nilai investasi di instrumen tersebut mencapai Rp 2,41 triliun.
Kapabilitas perusahaan asuransi untuk menempatkan dana investasi selain SBN maupun reksa dana berbasis SBN juga menyebabkan penempatan di instrumen saham menyusut. Nilai investasi di instrumen saham turun dari Rp 137,39 triliun menjadi Rp 127,50 triliun.
Ke depan, Ogi menyatakan bahwa OJK kembali mendorong perusahaan asuransi sebagai investor institusional. Meski ia memang tidak secara gamblang mengajak perusahaan asuransi rujuk mengoleksi instrumen saham. Hal yang pasti, Ogi mengimbau kepada perusahaan asuransi supaya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi.
“Terkait dengan peran perusahaan asuransi dan dana pensiun sebagai investor institusional, OJK senantiasa mendorong penerapan asset-liability matching karena fokus manajemen risiko di sektor asuransi dan dana pensiun pada liability dan bagaimana mengelola investasi sesuai dengan profil liability tersebut,” ujar Ogi.
SEOJK 5/2022 tak hanya merubah peta penempatan investasi perusahaan asuransi, tetapi juga membuat premi unit link ambruk seketika. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), premi unit link pada 2022 tersungkur 13,3% yoy, berlanjut ambrol 23,1% yoy pada 2023, dan masih susut 11,5% yoy pada 2024.
Hal ini menyebabkan porsi premi unit link terhadap total pendapatan premi asuransi jiwa turun signifikan. Apalagi belakangan, minat nasabah juga mulai bergeser ke produk asuransi jiwa murni atau yang tak terkait dengan investasi.
Kontribusi unit link turun dari 64,4% pada 2021 menjadi 57,67% pada 2022. Semakin kehilangan pamor pada 2023 dengan kontribusi di bawah 50% atau lebih tepatnya 48%. Lalu pada 2024, kontribusi unit link berakhir di posisi 40,5%. Unit link mencatat premi Rp 75,03 triliun pada Desember 2024.
“(Nilai premi unit link) itu suatu yang tidak kecil, jadi peminat unit link masih banyak,” beber Budi saat melaporkan kinerja Asuransi Jiwa Tahun 2024 di Jakarta, pada Jumat (28/2/2025), seperti dipantau dari Youtube AAJI Official.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV