Senin, 24 Maret 2025

Terbuka Kans Asuransi Rujuk Investasi di Saham

Penulis : Prisma Ardianto
4 Mar 2025 | 22:18 WIB
BAGIKAN
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono. (Sumber: OJK)
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono. (Sumber: OJK)

Di samping itu, perusahaan asuransi jiwa juga mulai menempatkan investasinya pada instrumen surat berharga dari Bank Indonesia sejak awal tahun 2024. Dalam setahun, nilai investasi di instrumen tersebut mencapai Rp 2,41 triliun.

Kapabilitas perusahaan asuransi untuk menempatkan dana investasi selain SBN maupun reksa dana berbasis SBN juga menyebabkan penempatan di instrumen saham menyusut. Nilai investasi di instrumen saham turun dari Rp 137,39 triliun menjadi Rp 127,50 triliun.

Ke depan, Ogi menyatakan bahwa OJK kembali mendorong perusahaan asuransi sebagai investor institusional. Meski ia memang tidak secara gamblang mengajak perusahaan asuransi rujuk mengoleksi instrumen saham. Hal yang pasti, Ogi mengimbau kepada perusahaan asuransi supaya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi.

Advertisement

“Terkait dengan peran perusahaan asuransi dan dana pensiun sebagai investor institusional, OJK senantiasa mendorong penerapan asset-liability matching karena fokus manajemen risiko di sektor asuransi dan dana pensiun pada liability dan bagaimana mengelola investasi sesuai dengan profil liability tersebut,” ujar Ogi.

SEOJK 5/2022 tak hanya merubah peta penempatan investasi perusahaan asuransi, tetapi juga membuat premi unit link ambruk seketika. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), premi unit link pada 2022 tersungkur 13,3% yoy, berlanjut ambrol 23,1% yoy pada 2023, dan masih susut 11,5% yoy pada 2024.

Hal ini menyebabkan porsi premi unit link terhadap total pendapatan premi asuransi jiwa turun signifikan. Apalagi belakangan, minat nasabah juga mulai bergeser ke produk asuransi jiwa murni atau yang tak terkait dengan investasi.

Kontribusi unit link turun dari 64,4% pada 2021 menjadi 57,67% pada 2022. Semakin kehilangan pamor pada 2023 dengan kontribusi di bawah 50% atau lebih tepatnya 48%. Lalu pada 2024, kontribusi unit link berakhir di posisi 40,5%. Unit link mencatat premi Rp 75,03 triliun pada Desember 2024.

“(Nilai premi unit link) itu suatu yang tidak kecil, jadi peminat unit link masih banyak,” beber Budi saat melaporkan kinerja Asuransi Jiwa Tahun 2024 di Jakarta, pada Jumat (28/2/2025), seperti dipantau dari Youtube AAJI Official.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 18 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 39 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 2 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 2 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia