Premi Unit Link Turun 11%, AAJI Kukuh Minat Masih Tinggi

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan pendapatan premi unit link atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) masih melanjutkan tren penurunan yang cukup dalam. Meski begitu, AAJI memastikan bahwa minat masyarakat terhadap unit link masih tinggi.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengungkapkan, pendapatan premi unit link dari asuransi jiwa turun 11,5% year on year (yoy) pada tahun 2024. Secara nilai, premi unit link ambrol dari Rp 84,76 triliun pada 2023 menjadi Rp 75,03 triliun pada 2024.
“(Nilai premi unit link) itu suatu yang tidak kecil, jadi peminat unit link masih banyak,” ungkap Budi saat melaporkan kinerja Asuransi Jiwa Tahun 2024 di Jakarta, pada Jumat (28/2/2025), seperti dipantau dari Youtube AAJI Official.
Dia menuturkan, premi unit link memang menurun 11,5% yoy pada 2024, tetapi penurunan itu jauh lebih rendah dibandingkan pada 2023 yang sebesar yang sampai susut 23,1%. Menurut Budi, ini adalah bukti penting bahwa minat masyarakat untuk membeli unit link berangsur membaik.
Di samping itu, kontribusi produk unit link mencapai 40,5% terhadap pendapatan premi senilai Rp 185,39 triliun. Ini juga terbilang masih cukup besar, kendati premi dari produk asuransi tradisional telah mengambil porsi 59,5% dari total pendapatan premi asuransi jiwa tahun 2024.
Ketua Bidang Produk, Risiko, dan Good Corporate Governance (GCG) AAJI, Fauzi Arfan mengakui bahwa telah terjadi perlihan minat masyarakat, dari produk unit link ke produk asuransi tradisional dalam beberapa tahun belakangan. Hal itu sejalan dengan menurunnya porsi unit link dari beberapa tahun sebelumnya yang sempat menyentuh 60-70%.
Baca Juga:
Tiga Sektor Jadi Andalan Bisnis AsuransiDia menjelaskan, peralihan minat nasabah dari unit link ke produk tradisional punya dampak ke perusahaan asuransi jiwa. Tetapi, dampak itu tidak terlalu signifikan, mengingat porsi unit link yang dicatatkan perusahaan asuransi jiwa juga relatif masih cukup besar.
“Porsi unit link masih 40% sekian, nilainya Rp 75 triliun. Itu menunjukkan bahwa market yang menginginkan produk itu masih ada,” kata Fauzi.
Pengaruh ke RBC Asuransi Jiwa?
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV