Senin, 24 Maret 2025

Ratas Royalti Tambang, Bahlil: Saat Harga Turun, Pajak Juga Tidak Boleh Besar

Penulis : Prisma Ardianto
20 Mar 2025 | 23:14 WIB
BAGIKAN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/3/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/3/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subaianto bersama sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih menggelar rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (20/3/2025). Rapat kali ini membahas optimalisasi sekaligus upaya meningkatkan pendapatan negara, yang salah satunya terkait penyesuaian royalti tambang di sektor mineral dan batu-bara.

Usai rapat tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, rapat membahas optimalisasi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) berupa royalti yang bisa dihimpun dari sektor mineral dan batu bara.

“Tadi kita melakukan pembahasan untuk melakukan exercise beberapa sumber-sumber pendapatan negara baru, khususnya peningkatan royalti di sektor emas, nikel, dan beberapa komoditas lain, termasuk di dalamnya adalah batu bara,” ungkap Bahlil, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.

Advertisement

Selain sejumlah komditas itu, pemerintah juga mempertimbangan untuk menggali beberapa produk turunan lain di sektor mineral yang selama ini belum menjadi bagian dari pendapatan negara. Ini juga jadi bagian dari menunjang program hilirisasi.

Dia menjelaskan, kenaikan royalti akan bervariatif sesuai jenis komoditas mulai dari 1% sampai dengan 3%. Bahlil juga menegaskan langkah pemerintah mengerek royalti itu akan disesuaikan dengan perkembangan harga komoditas, dengan turut mempertimbangkan kelangsungan usaha tambang.

“Kalau harganya naik, kita naikkan kepada yang paling tinggi. Tapi kalau harganya lagi turun, kita juga tidak boleh mengenakan pajak yang besar kepada pengusaha. Karena kita butuh pengusaha juga (untuk) berkembang,” beber Bahlil.

Ratas Royalti Tambang, Bahlil: Saat Harga Turun, Pajak Juga Tidak Boleh Besar
Tabel: Investor Daily

Menteri ESDM menuturkan bahwa kenaikan royalti untuk nikel, emas, hingga batu bara ini menjadi bagian untuk mengoptimalisasi pendapatan negara dengan memperhatikan asas keadilan saat harga komoditas naik. Selain berkah untuk para pengusaha tambang, negara sudah seharusnya mendapat manfaat atas kenaikan harga suatu komoditas.

“Karena apa? Karena kita tahu sekarang harga nikel sekarang bagus, harga emas bagus, gak fair dong kalau kemudian harganya naik, negara tidak mendapatkan pendapatan tambahan. Jadi ini dalam rangka menjaga keseimbangan saja,” jelas Bahlil.

Royalti Freeport hingga Klaim ESDM

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 33 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 57 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia