Senin, 24 Maret 2025

Kredit UMKM Mandek, Prabowo Cari Jalan Keluar

Penulis : Prisma Ardianto
23 Mar 2025 | 19:07 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (Kemenko Perekonomian/Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (Kemenko Perekonomian/Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Kredit UMKM mencatat pertumbuhan sebesar 2,1% year on year (yoy) menjadi Rp 1.393,4 triliun pada Februari 2025, menegaskan rekor pertumbuhan terendah pascapandemi Covid-19.

Berdasarkan data uang beredar (M2) Bank Indonesia (BI), kredit UMKM pada awal tahun 2025 masih belum mampu bangkit dari rentetan pelemahan pada 2024. Kredit UMKM belum jua terangkat meski disulut momen jelang Ramadan dan Lebaran.

Pertumbuhan 2,1% yoy itu jadi yang terburuk pascapandemi Covid-19 dinyatakan berakhir pada Juni 2023. Bahkan jika menengok jauh ke belakang, kinerja bulanan kredit UMKM pada Februari 2025 juga menjadi yang terendah selama 39 bulan terakhir atau lebih dari 3 tahun belakangan.

Advertisement

Kredit UMKM secara rinci pada Februari 2025 tersebar untuk kredit mikro Rp 627,2 triliun yang turun 0,9% yoy; kredit kecil Rp 461,1 triliun atau naik 7,9 yoy; dan kredit menengah Rp 305,0 triliun atau meningkat sedikit 0,5% yoy.

Sedikit kabar baik, pertumbuhan mini dari kredit UMKM di awal tahun 2025 masih lebih baik saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sekitar rentang Agustus 2020 – April 2021, kredit UMKM bahkan tercatat ke rentang pertumbuhan negatif. Posisi terdalam, kredit UMKM jatuh -2,95%.

Kinerja kredit UMKM telah jauh tertinggal dari perkembangan total kredit perbankan yang tumbuh 9,0% yoy menjadi Rp 7.684,1 triliun berdasarkan data M2. Kredit korporasi menopang dengan peningkatan 14,7% yoy menjadi Rp 4.185,4 triliun.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 5,1% yoy menjadi Rp 8,612,5 triliun pada Februari 2025. Tren perkembangan DPK perbankan itu bergerak naik lebih tinggi dari bulan sebelumnya 4,8% yoy.

Langkah Prabowo

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 32 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 56 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia