Indonesia Bakal Pimpin Pasar Halal Global

JAKARTA, investor.id – Indonesia merupakan salah satu konsumen produk halal terbesar di dunia, sehingga memposisikannya sebagai pemain kunci dalam industri halal global, menurut CEO B-Universe Rio Abdurachman. Dengan besarnya populasi mayoritas Muslim, industri ini berkembang pesat dan berpotensi memimpin secara internasional.
“Kita punya daya konsumsi yang luar biasa di industri halal,” papar Rio dalam acara Ekonomi Syariah 2025: Halal Lifestyle and Consumer Trends di Jakarta, Kamis (27/2/2025). Ia mencatat. Indonesia kini berada di peringkat ketiga dalam Indikator Ekonomi Islam Global (GIEI), mengungguli Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.
Rio menyoroti pengaruhnya yang semakin besar.
Populasi Muslim Indonesia, yang terbesar di dunia dengan 241,7 juta jiwa, mendorong permintaan yang signifikan terhadap produk halal. Rio mengatakan konsumsi produk halal global pada 2024 diproyeksikan mencapai US$ 2,4 triliun, dengan pengeluaran Muslim untuk barang-barang halal diperkirakan akan melampaui US$ 3 triliun untuk tahun tersebut.
“Di Indonesia, konsumsi produk halal diproyeksikan mencapai US$ 281,6 miliar, dengan industri halal menyumbang Rp 11.700 triliun atau 48,34% dari (produk domestik bruto) PDB 2025,” katanya, mengutip data dari Laporan Pasar Halal Indonesia 2021/ 2022.
Baca Juga:
Ceruk Besar Ekonomi Halal IndonesiaRio mengatakan angka-angka ini menggarisbawahi peran Indonesia yang semakin besar di pasar halal global. “Gaya hidup halal bukan lagi sekadar pilihan tetapi standar baru bagi ekonomi global,” imbuhnya.
Sementara itu, Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar konsumen tetapi juga pemimpin dalam industri halal. “Kita harus menjadi pemain kunci dan menciptakan manfaat bagi bangsa, masyarakat, dan ekonomi kita,” tegasnya.
Friderica menyoroti posisi Indonesia yang kuat di berbagai sektor industri halal.
“Indonesia menempati peringkat kedua secara global dalam industri makanan halal, ketiga dalam mode Muslim, kelima dalam industri farmasi dan kosmetik halal, keenam dalam media dan rekreasi, dan ketujuh dalam keuangan Islam,” sambungnya.
Selain itu, Indonesia menduduki puncak Global Muslim Travel Index 2024 untuk pariwisata ramah Muslim, yang semakin memperkuat posisi internasionalnya.
“Ini menunjukkan Indonesia memiliki potensi tidak hanya untuk berpartisipasi tetapi juga untuk memimpin dalam membentuk masa depan ekonomi halal global,” pungkas Friderica.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV