Senin, 24 Maret 2025

Ekonomi dan Keuangan Syariah Ikut Topang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Penulis : Imam Suhartadi
15 Mar 2025 | 11:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi ekonomi. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi ekonomi. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, investor.id - Sebagai negara dengan penduduk muslim sebanyak 84% dan merupakan yang terbesar di dunia maka posisi Indonesia sangat potensial dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Peringkat Indonesia, dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) terus meningkat. Pada 2023, Indonesia berhasil menduduki peringkat ke tiga Global Islamic Economy Indicator dibawah Malaysia dan Saudi Arabia.

Hal ini merupakan bukti ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Indonesia saat ini telah berkembang terutama dalam bidang investasi keuangan syariah, makanan/ minuman halal, modest fashion, farmasi, kosmetik, hingga wisata ramah muslim.

Advertisement

Disisi lain, preferensi masyarakat terhadap syariah juga meningkat dari 46% di tahun 2014 menjadi 59% pada tahun 2024

Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam upaya mencapai target pertumbuhan, mendukung ketahanan ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Apalagi, jika ada integrasi tiga pilar kekuatan yaitu ekonomi konvensional, ekonomi syariah, serta ekonomi kerakyatan dan UMKM, Indonesia.

“Kami optimistis ekonomi syariah Indonesia akan terus berkembang. Dengan mengintegrasikan tiga pilar kekuatan ekonomi, yaitu ekonomi konvensional, ekonomi syariah, serta ekonomi kerakyatan dan UMKM, Indonesia akan semakin kuat,” kata Direktur Utama Agung Sedayu Group (ASG) , Letnan Jenderal TNI (Mar) (Purn.) Dr. Nono Sampono, S.PI., M.Si dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (15/3/2025).

Sebagai informasi kontribusi usaha syariah dan pembiayaan syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2024 mencapai rasio 46, 71%.

Ekonomi dan Keuangan Syariah Ikut Topang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ilustrasi: Menara Syariah PIK2. Ist

Oleh karena itu, pengembangan sektor-sektor utama ekonomi syariah, seperti industri halal, pembiayaan syariah, dan kewirausahaan berbasis syariah, akan mampu menjadi pendorong pertumbuhan di sektor riil.

Ekonomi syariah juga mendukung pemberdayaan UMKM dan lapangan kerja yang lebih inklusif, yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Sebagai bentuk dukungan pengembangan ekonomi syariah, ASG Grooup menyiapkan Menara Syariah PIK 2 yang terletak di jantung CBD PIK2, sebuah landmark yang menjadi ikon dan kebanggaan Indonesia sebagai pusat keuangan Islam terbesar di Asia Tenggara.

Di lantai 5 menara ini, juga terdapat Masjid Al Khairiyah, yang menyediakan ruang ibadah nyaman dengan kapasitas hingga 1.200 jamaah.

Kawasan ini dirancang sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah yang akan menampung sekitar 70 bank syariah nasional, lebih dari 300 lembaga keuangan di bawah pengawasan OJK, serta partisipasi bank-bank syariah internasional.

 "Jika ekosistem ini berkembang sesuai rencana, Indonesia bisa menempati peringkat ketiga atau keempat dalam sepuluh besar ekonomi syariah dunia," kata Nono Sampono.

Pada kesempatan itu, Nono juga menambahkan, Agung Sedayu Group (ASG) menggelar acara buka puasa bersama 1.000 anak yatim dari 16 yayasan di Menara Syariah PIK 2, Jumat (14/3/2025).

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian ASG dalam berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Acara yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan.

Nono mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Agung Sedayu Group terhadap masyarakat sekitar.  Nono juga menyampapaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. 

"Alhamdulillah, kita dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah ini untuk berbuka puasa bersama anak-anak yatim untuk berbagi dan menjalin tali silaturahmi di Menara Syariah PIK2. Ini adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian yang harus terus kita jaga," ujarnya.

Acara buka puasa bersama ini juga dimeriahkan dengan kehadiran Habib Bagir Bin Yahya, cucu dari ulama besar Jakarta abad 19, Habib Utsman bin Yahya, yang memberikan tausiyah kepada seluruh peserta. Para anak yatim yang hadir juga menikmati berbagai hiburan, seperti dongeng, sulap, serta berbuka puasa bersama yang membawa kegembiraan tersendiri bagi mereka.

Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 32 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 56 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia