Senin, 24 Maret 2025

OJK: Kinerja Keuangan Syariah Tumbuh Tinggi

Penulis : Nida Sahara
27 Feb 2025 | 15:17 WIB
BAGIKAN
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi . (Foto: istimewa)
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi . (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id - Kinerja industri keuangan syariah sepanjang tahun lalu membuahkan pertumbuhan yang positif. Ini terlihat dari total aset keuangan syariah per Desember 2024 mencapai Rp 2.884 triliun, tumbuh 11,7% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen dan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dari nilai tersebut total aset perbankan syariah senilai Rp 980 triliun di akhir tahun lalu. Kemudian, di pasar modal syariah mencapai Rp 1.733,5 triliun, dan aset industri keuangan non bank Rp 170,3 triliun.

"Hal tersebut didukung dari kinerja lembaga jasa keuangan yang tangguh, tercermin per Desember 2024 intermediasi pembiayaan bank syariah tumbuh 9,9% menjadi Rp 643 triliun dengan NPF (non performing financing) 2,12%, tetap terjaga," papar Kiki, sapaan akrabnya pada acara Ekonomi Syariah 2025 bertajuk Gaya Hidup Halal dan Tren Konsumen yang digelar B Universe di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, pada Kamis (27/2/2025).

Advertisement

Selain itu, Kiki juga mengungkapkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank syariah pada 2024 sebesar 10,1% (yoy) menjadi Rp 753 triliun. Angka pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bank konvensional.

"Kapitalisasi pasar modal syariah tahun lalu juga naik 11% menjadi Rp 6.800 triliun, lalu AUM (asset under management) reksa dana syariah meningkat, aset asuransi naik 5,5% dan piutang pembiayaan syariah juga meningkat," urai Kiki. 

Melihat kinerja positif tersebut, OJK pun optimistis tahun ini industri keuangan syariah masih bisa meningkatkan kinerjanya. Di mana, proyeksi pertumbuhan kredit perbankan nasional tahun ini sebesar 9-11% (yoy), dengan DPK tumbuh 6-8% (yoy). 

"Kemudian penghimpunan dana di pasar modal tahun ini Rp 220 triliun," sambung dia.

Lalu, aset asuransi bisa naik 6-8% (yoy), piutang pembiayaan perusahaan multifinance diproyeksi naik 8-10% (yoy). "Karena itu, saya ingin mengajak semuanya untuk menggunakan momentum ini, optimisme yang ada, industri bisa terus tumbuh dan mendatangkan manfaat," ajak Kiki.

Editor: Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 43 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia