OJK: Kinerja Keuangan Syariah Tumbuh Tinggi

JAKARTA, investor.id - Kinerja industri keuangan syariah sepanjang tahun lalu membuahkan pertumbuhan yang positif. Ini terlihat dari total aset keuangan syariah per Desember 2024 mencapai Rp 2.884 triliun, tumbuh 11,7% secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen dan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dari nilai tersebut total aset perbankan syariah senilai Rp 980 triliun di akhir tahun lalu. Kemudian, di pasar modal syariah mencapai Rp 1.733,5 triliun, dan aset industri keuangan non bank Rp 170,3 triliun.
Baca Juga:
Pembiayaan Kredit EV BCA Syariah Naik"Hal tersebut didukung dari kinerja lembaga jasa keuangan yang tangguh, tercermin per Desember 2024 intermediasi pembiayaan bank syariah tumbuh 9,9% menjadi Rp 643 triliun dengan NPF (non performing financing) 2,12%, tetap terjaga," papar Kiki, sapaan akrabnya pada acara Ekonomi Syariah 2025 bertajuk Gaya Hidup Halal dan Tren Konsumen yang digelar B Universe di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, pada Kamis (27/2/2025).
Selain itu, Kiki juga mengungkapkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank syariah pada 2024 sebesar 10,1% (yoy) menjadi Rp 753 triliun. Angka pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bank konvensional.
Baca Juga:
Pembiayaan Bank Mega Syariah Melonjak"Kapitalisasi pasar modal syariah tahun lalu juga naik 11% menjadi Rp 6.800 triliun, lalu AUM (asset under management) reksa dana syariah meningkat, aset asuransi naik 5,5% dan piutang pembiayaan syariah juga meningkat," urai Kiki.
Melihat kinerja positif tersebut, OJK pun optimistis tahun ini industri keuangan syariah masih bisa meningkatkan kinerjanya. Di mana, proyeksi pertumbuhan kredit perbankan nasional tahun ini sebesar 9-11% (yoy), dengan DPK tumbuh 6-8% (yoy).
"Kemudian penghimpunan dana di pasar modal tahun ini Rp 220 triliun," sambung dia.
Lalu, aset asuransi bisa naik 6-8% (yoy), piutang pembiayaan perusahaan multifinance diproyeksi naik 8-10% (yoy). "Karena itu, saya ingin mengajak semuanya untuk menggunakan momentum ini, optimisme yang ada, industri bisa terus tumbuh dan mendatangkan manfaat," ajak Kiki.
Editor: Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV