MES Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Syariah

JAKARTA, investor.id – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mendorong masjid menjadi pusat ekonomi syariah. Masjid, juga menjadi katalisator pemberdayaan umat melalui aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi yang berdampak signifikan pada kemakmuran umat.
“Masjid memiliki peran yang sangat strategis dalam pemberdayaan ekonomi umat Islam. Dengan pemberdayaan yang tepat, masjid dapat menjadi pusat ekonomi syariah, pendidikan, dan sosial yang memberikan manfaat besar bagi kemakmuran umat,” kata Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Erick Thohir, dalam acara Sinergi Berwarna, Ciptakan Masjid Berdaya di aula Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Erick memaparkan, program-program seperti pasar sehat, koperasi masjid, pelatihan kewirausahaan, serta pengelolaan zakat yang efektif, adalah beberapa contoh konkret bagaimana masjid dapat berperan dalam mengoptimalkan ekonomi umat.
“Oleh karena itu, penting bagi pengelola masjid, umat Islam, dan pihak terkait untuk bersama-sama mengoptimalkan potensi masjid sebagai pendorong kesejahteraan ekonomi umat,” lanjut Erick.
Erick menegaskan, masjid adalah pusat peradaban Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah namun juga sebagai katalisator pemberdayaan umat melalui aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi yang berdampak signifikan pada kemakmuran umat.
“Oleh karena itu, pemberdayaan masjid merupakan strategi penting untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi umat Islam, baik secara individu maupun kolektif,” tegas Erick.
Ia mengatakan bagaimana fungsi masjid bukan hanya berdiri sendiri sebagai tempat ibadah tapi bagaimana menjadi bagian pembangunan karakter masyarakat sekitarnya. “Bahkan bukan tidak mungkin masjid itu juga sebagai tempat pemberdayaan kultur. Masjid-masjid yang jumlahnya hampir 80 ribu, jika 10%-nya saja melakukan setiap hari Sabtu shalat bersama, mengaji bersama, membuat juga yang namanya pasar festival bersama setiap Sabtu, itu akan luar biasa. Kalau sampai 10 ribu masjid melakukan kegiatan festival secara bersama. Berarti ada perputaran ekonomi di situ. Namun jangan sampai jumlah masjid yang sangat banyak di seluruh Indonesia ini hanya sekadar ‘menara gading’ saja. Ini yang kita harus dorong,” tandas Erick.
Untuk mengoptimalkan peran masjid dalam pemberdayaan umat, dukungan dari berbagai pihak, termasuk swasta, sangat penting. Menurut Ketua Pelaksana Harian Masjid Agung At-Tin, Sutria Tubagus, "Pengelola Masjid menghadapi tantangan dalam memelihara bangunan Masjid. Oleh karena itu, perawatan rutin dan renovasi diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan Masjid, sehingga umat dapat lebih memaksimalkan kegiatan di sini."
Memandang pentingnya masjid, Nippon Paint menginisiasi program Corporate Social Responsibility (CSR) Warnai Kehidupan ColouringLives Revitalisasi Masjid. General Manager (TU Division) Nippon Paint Indonesia, Mark Liew, mengatakan, “Nippon Paint berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan melalui program CSR Colouring Lives. Sejak 2022 hingga saat ini, Nippon Paint sudah melakukan pengecatan ulang terhadap 647 masjid atau musala dengan 15.775 liter cat yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya adalah Masjid Agung At-Tin.”
Lebih lanjut Mark Liew kembali menambahkan, “Nippon Paint berharap program ini dapat membantu masjid-masjid di Indonesia untuk lebih berdaya dengan ruangan yang lebih bersih, sehat dan nyaman. Tak hanya untuk aktivitas beribadah namun menjadi pusat berekonomi syariah, simpul pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta menjadi titik temu berbagai pihak untuk membangun kerja sama yang berkontribusi dalam menumbuhkan ekonomi nasional.”
Erick Thohir merespon positif atas inisiasi ini. “Ketika ada pihak swasta yang melalui kegiatan CSR-nya bisa membantu perbaikan masjid. Tapi jangan hanya membangun, kita sebagai umat harus bisa merawat. Kadang-kadang kita senang membangun. Tapi merawatnya susah. Jadi fasilitas seperti ini sayang kalau kita tidak jaga. Ini rumah kita. Tempat kita untuk melakukan segala hal kebaikan,” jelas Erick.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV