Senin, 24 Maret 2025

DPR Akui Coretax Buat Penerimaan Pajak Jeblok

Penulis : Prisma Ardianto
21 Mar 2025 | 19:40 WIB
BAGIKAN
Sejumlah polisi berjaga saat berlangsung unjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Jakarta. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama)
Sejumlah polisi berjaga saat berlangsung unjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Jakarta. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama)

JAKARTA, investor.id – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan permasalahan teknis dalam penerapan Sistem Inti Administrasi Perpajakan atau Core Tax Administration System (Coretax) menyebabkan pendapatan pajak jeblok pada awal tahun 2025 ini. Selanjutnya berimbas pada defisit APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang mencapai Rp 31,2 triliun pada Februari 2025.

Kontribusi penerimaan pajak sebesar Rp 187,8 triliun atau 8,6% dari target APBN 2025 mencapai sebesar Rp 2.189 triliun. Kinerja penerimaan pajak menunjukan penurunan sebesar 30,19% dibandingkan Februari tahun sebelumnya.

Salah satu alat yang diyakini bisa memacu penerimaan pajak adalah Coretax. Coretax didesain untuk memudahkan administrasi perpajakan negara, namun ketidaksiapan implementasinya justru menghambat penerimaan negara.

Advertisement

“Ketika diimplementasikan sejak 1 Januari, implementasi ini kemudian menimbulkan permasalahan-permasalahan teknikal dalam pelaksanaan di lapangan, sehingga mengganggu data-data penerimaan pajak kita, mengganggu akses pembayaran pajak kita dan sebagainya,” kata Misbakhun dalam acara Capital Market Forum 2025, di Jakarta, Jumat (21/3/2025), seperti dikutip dari Antara.

Kinerja penerimaan pajak hanya menjadi salah satu kontributor penurunan penerimaan negara sehingga menyebabkan defisit APBN di awal tahun ini. Kontributor lain adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang turut mengalami penurunan kinerja akibat lesunya harga komoditas, meski masih dalam batas normal.

DPR Akui Coretax Buat Penerimaan Pajak Jeblok
Tabel: Investor Daily

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan bea cukai justru mengalami kenaikan mencapai Rp 52,5 triliun atau tumbuh 2,1% dibandingkan tahun lalu.

“Karena penerimaan bea cukai juga naik, sebenarnya tidak sewajarnya penerimaan pajaknya turun. Tidak sewajarnya penerimaan pajaknya turun. Karena apa? Kalau penerimaan kepabeanan dan cukainya naik, penerimaan pajak pasti naik. Jadi kalau ada penerimaan pajak turun, pasti ada problem teknikal Coretax yang belum bisa kita jelaskan di mana letak permasalahan yang sebenarnya,” urai Misbakhun.

Sinyal Pemulihan

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 34 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 58 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia