Senin, 24 Maret 2025

Ekonomi Sulit, Pakar Sebut Dalangnya Pemerintah

Penulis : Vinnilya Huanggrio
19 Mar 2025 | 20:51 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz)
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz)

JAKARTA, investor.id – Kepala LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin menyatakan, pemerintah seakan menggelontorkan sejumlah kebijakan untuk merespons ketidakpastian ekonomi global. Padahal, pemerintah justru yang menciptakan ketidakpastian ekonomi terjadi di dalam negeri.

Salah satu kebijakan pemerintah yang disebut menciptakan ketidakpastian ekonomi tak lain yaitu perubahan struktur anggaran. Tak ayal, hal itu pula yang pada gilirannya berpotensi membuat banyak terjadi gelombang PHK di sektor industri padat karya.

“Pemerintah juga menciptakan ketidakpastian itu, seperti dari banyaknya perubahan drastis di awal tahun,” beber Chaikal Nuryakin dalam Investor Daily Talk, Rabu (19/3/2025).

Advertisement

Menurut Chaikal, banyaknya perubahan drastis yang terjadi di awal tahun mulai dari perubahan struktur anggaran, sistem perpajakan (Coretax), kasus korupsi BUMN, hingga dengan gejolak di sektor industri seperti Sritex. Semua sentimen ini membuat pelaku ekonomi menaruh ekspektasi yang semakin buruk terhadap perekonomian nasional.

Dia juga menekankan bahwa seharusnya fokus utama dari pemerintah bukan hanya pada kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter, tetapi juga pada pengelolaan risiko dan stabilitas kebijakan.

“Tidak cukup dengan kredibilitas, tidak cukup dengan misalnya memposisikan ibu Sri Mulyani dalam kabinet. Namun pemerintah harus memitigasi ketidakpastian ini, bukan justru malah menciptakannya,” ujar Chaikal.

Ekonomi Sulit, Pakar Sebut Dalangnya Pemerintah
Ilustrasi: Investor Daily

Menurut dia, perubahan drastis dalam suatu kebijakan bakal memunculkan ketidakpastian. Dinamika perubahan sejumlah kebijakan yang terjadi dalam satu waktu yang bersamaan ini membuat pemerintah harus bekerja lebih keras.

“Artinya, bukan hanya menyangkut kredibilitas tetapi juga dibutuhkan upaya tambahan dalam mengatasi ketidakpastian tersebut dengan arah kebijakan yang jelas dan konsisten,” pungkas Chaikal.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 43 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia