Prabowo Panggil Lagi Airlangga ke Istana, Bahas Defisit APBN

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto kembali menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, pada Kamis (20/3/2025). Kali ini, materi pembahasan bukan lagi soal perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Airlangga menyampaikan, materi rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo tak membahas soal anjloknya IHSG. Hal yang dibahas yaitu strategi untuk memaksimalkan penerimaan negara.
Ia menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut, pemerintah membahas berbagai aspek penerimaan negara, termasuk pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta royalti.
“Kita tidak nobar (nonton bareng) Timnas. Kita rapat,” ujar Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan. “Kita bahas penerimaan negara secara keseluruhan,” imbuh dia.
Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit sebesar Rp 31,2 triliun per 28 Februari 2025. Nilai itu merefleksikan 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Defisit itu terjadi karena pendapatan negara baru terkumpul Rp 316,9 triliun, yang salah satunya disebabkan penurunan penerimaan pajak. Sedangkan belanja negara tercatat mencapai Rp 348,1 triliun.

Wartawan sempat melontarkan pertanyaan ke Airlangga terkait fokus dan strategi seperti apa yang akan diambil pemerintah untuk menggenjot penerimaan negara. Namun demikian, ia tak menjawab secara spesifik. Airlangga menegaskan bahwa Presiden Prabowo meminta agar seluruh sumber penerimaan negara dapat dimaksimalkan.
Belum lama ini pada Selasa (18/3/2025), Airlangga juga dipanggil Presiden Prabowo ke Istana Negara, Jakarta.Saat itu, ia melaporkan kondisi terkini perekonomian Indonesia, termasuk soal penurunan IHSG hingga 6,12%, yang memaksa otoritas bursa melakukan pembekuan sementara aktivitas perdagangan (trading halt).
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV