Coretax Jadi Bumerang untuk Setoran Pajak 2025

JAKARTA, investor,id – Langkah pemerintah menjalankan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Core Tax Administration System) atau Coretax untuk mendongkrak penerimaan malah menjadi bumerang. Lantaran belum mulusnya sistem ini malah membuat penerimaan pajak hingga Februari 2025 terkontraksi hingga 30%, imbasnya defisit sudah terjadi sejak awal tahun 2025.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp 187,8 triliun per 28 Februari 2025. Realisasi ini baru 8,6% dari target penerimaan pajak dalam APBN 2025 yang sebesar Rp 2.189,3 triliun. Penerimaan pajak terkontraksi hingga 30,19% dibanding realisasi penerimaan pajak pada Februari 2024 sebesar Rp 269,02 triliun. Pada Januari 2025 terjadi kontraksi 41% lalu di bulan Februari kembali terjadi kontraksi 30,19%.
Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kondisi penerimaan pajak ini mengindikasikan tekanan fiskal yang semakin berat bagi pemerintah. Banyak pihak menyoroti bahwa anjloknya penerimaan negara berkaitan erat dengan implementasi Coretax, sistem administrasi perpajakan baru yang diluncurkan pada 1 Januari 2025.
“Dengan biaya pengembangan yang mencapai Rp 1,3 triliun, sistem ini belum berfungsi optimal akibat perencanaan yang terburu-buru dan kurang matang. Kegagalan dalam deployment, migrasi data, serta load balancing menimbulkan berbagai gangguan teknis yang menghambat administrasi perpajakan,” kata Yusuf saat dihubungi Investor Daily belum lama ini.
Dia mengatakan minimnya pelatihan bagi pengguna akhir semakin memperparah kondisi, menciptakan ketidakpastian dalam proses pemungutan pajak. Meskipun pemerintah telah menyediakan alternatif website dan aplikasi untuk pelaporan pajak, opsi selain Coretax baru tersedia pada Februari.
“Akibatnya, proses pelaporan pajak sejak awal tahun hingga peluncuran aplikasi alternatif ini menjadi salah satu faktor yang menghambat kinerja administrasi pelaporan pajak,” terang Yusuf.
Kontraksi Pajak Bersifat Temporer
Editor: Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@ymail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV