Senin, 24 Maret 2025

Penerimaan Pajak Ambles 41%, Usai Ada Coretax dan PPN 12%

Penulis : Prisma Ardianto
12 Mar 2025 | 21:24 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) usai konferensi pers terkait kebijakan pemerintah untuk rakyat menjelang Hari Raya Idulfitri di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta, Selasa (11/3/2025). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) usai konferensi pers terkait kebijakan pemerintah untuk rakyat menjelang Hari Raya Idulfitri di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta, Selasa (11/3/2025). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

JAKARTA, investor.id – Penerimaan pajak pada Januari 2025 ambles 41,86% year on year (yoy) menjadi Rp 88,89 triliun. Pada Januari 2024 lalu, penerimaan pajak mencapai Rp 152,89 triliun.

Penerimaan pajak periode Januari 2025 bertepatan dengan langkah pemerintah mulai menerapkan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Core Tax Administration System) atau Coretax. Seperti yang diketahui, tak sedikit dari wajib pajak menemui kesulitan untuk menjalankan sistem pajak paling mutakhir tersebut.

Di saat sama, pemerintah juga memutuskan untuk menjalankan rencana peningkatan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12%. Namun demikian, PPN 12% hanya berlaku untuk barang-barang dengan kategori mewah.

Advertisement

Melalui sejumlah kebijakan itu, pemerintah menargetkan penerimaan pajak bisa mencapai Rp 2.189,31 triliun pada tahun 2024. Target penerimaan pajak meningkat 13,29% dari realisasi sementara penerimaan pajak pada 2024.

Namun jika mengacu dokumen APBN Kinerja dan Fakta (APBN KiTA) Edisi Februari 2025, realisasi penerimaan pajak oleh negara turun sampai dengan 41,86% (yoy) menjadi Rp 88,89 trilun pada sebulan pertama tahun 2025 ini. Angka itu mencakup 4,06% dari target penerimaan pajak sesuai APBN 2025.

Salah satu yang diketahui jadi penyebab penurunan dalam penerimaan pajak adalah PPN Dalam Negeri. Selain itu, terjadi pelambatan kinerja dari pajak penghasilan (PPh) Badan.

“Terjadi pergeseran posisi kontributor terbesar pada periode ini akibat pelambatan kinerja penerimaan PPN Dalam Negeri dan PPh Badan. Hingga akhir Januari 2025, realisasi PPh Badan mencapai Rp 4,16 triliun, sedangkan PPN Dalam Negeri tercatat Rp 2,58 triliun,” demikian dijelaskan dalam dokumen APBN KiTa.

Kontribusi Besar

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 5 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 26 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 55 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia