Prabowo Mau Angka Kemiskinan Turun ke Level 4,5% pada 2029

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko Pemmas) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menggelar rapat tingkat menteri/kepala lembaga untuk menindaklanjuti dua instruksi penting Presiden Prabowo Subianto mengenai pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Pertama, kata Cak Imin, instruksi Presiden Prabowo agar kemiskinan ekstrem menjadi 0% di Tahun 2026. Kedua, Prabowo menginstruksikan agar angka kemiskinan yang saat berada di angka 8,7% dapat turun menjadi 4,5% pada 2029.
“Kemiskinan yang berjumlah hampir 25 juta, sekitar 24,8 juta itu sejumlah 8,7% dari jumlah penduduk kita. Itu pada tahun 2029 maksimal hanya 4,5%, syukur-syukur bisa lebih turun lagi jumlah persentase kemiskinan kita,” ujar Cak seusai rapat tertutup tingkat menteri di Ballroom BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/3/2025).
Baca Juga:
Ikhtiar Menurunkan Tingkat KemiskinanCak Imin mengatakan, rapat tingkat menteri ini untuk membahas langkah-langkah konkrit menanggulangi kemiskinan dan menyelesaikan kemiskinan ekstrem. Dia berharap kolaborasi Kemenko Pemmas dan Kemenko PMK bersama 17 kementerian/lembaga (K/L) lainnya dapat mewujudkan instruksi Presiden Prabowo tersebut.
“Karena itu, dua Menko dan lebih dari 17 kementerian dan lembaga menjadi bagian integral dari instruksi Presiden, yang keluar, akan segera keluar untuk bergerak bersama-sama dalam satu rangkaian kegiatan penanggulangan kemiskinan dan mengatasi kemiskinan ekstrem,” urai Menko Pemmas.
Cak Imin mengungkapkan, salah satu instrumen yang akan digunakan dalam langkah penanggulangan kemiskinan adalah data tunggal sosial ekonomi nasional atau DTSEN. Menurut Cak Imin, DTSEN akan terus disempurnakan untuk memastikan akurasinya sehingga berbagai program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran.
Sebagai contoh adalah program rumah subsidi dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Menurut Cak Imin, program tersebut membuat data yang akurat sehingga rumah subsidi benar-benar diperoleh untuk mereka yang membutuhkan.
“Misalnya Pak Ara (Menteri Maruarar Sirait) punya banyak program, apa namanya programnya, BSPS, rumah subsidi, itu agar tepat sasaran ke orang yang memang betul-betul membutuhkan dan berhak menerima bantuan. Begitu juga bantuan-bantuan lain, ada dua program utama APBN kita yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi beban pembiayaan masyarakat,” jelas Cak Imin.
Pada kesempatan itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait mengapresiasi langkah Kemenko Pemmas di bawah komando Cak Imin dalam menciptakan DTSEN, satu basis data terintegrasi. Menurut Maruarar, DTSEN membuat pihaknya bisa menjalankan program-program tepat sasaran.
“Kami sudah bisa menjalankan program kami, karena kami selama ini menunggu data yang hari ini sudah bisa digunakan. Jadi kami akan segera menjalankan program BSPS, kemudian juga rumah subsidi karena perintah Presiden Prabowo itu harus tepat sasaran dan tepat sasaran artinya itu adalah kuncinya di data,” ungkap dia.
“Data ini akan menjadi penting supaya tepat sasaran, supaya jangan lagi ada orang yang kaya atau mendengar dapat, (sementara) yang miskin enggak,” demikian beber pria yang akrab disapa Ara itu.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV