Trump Ancam Akan Kenakan Tarif 200% untuk Alkohol Eropa

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 200% pada alkohol dari Prancis dan negara-negara Eropa lainnya. Pernyataan ini menambah eskalasi ketegangan perdagangan global.
Tarif AS muncul setelah Uni Eropa (UE) bergerak untuk memberlakukan kembali pajak impor pada wiski Amerika.
“Uni Eropa, salah satu otoritas perpajakan dan tarif yang paling bermusuhan dan kasar di Dunia, yang dibentuk untuk satu-satunya tujuan mengambil keuntungan dari Amerika Serikat, baru saja mengenakan Tarif 50% yang kejam pada Wiski. Jika Tarif ini tidak segera dihapus, AS akan segera mengenakan Tarif 200% pada semua ANGGUR, SAMPANYE, & PRODUK ALKOHOL YANG BERASAL DARI PRANCIS DAN NEGARA-NEGARA LAIN YANG DIWAKILI UE. Ini akan menjadi hal yang hebat bagi bisnis Anggur dan Sampanye di AS,” unggah Trump di media sosialnya Truth Social, seperti dikutip Associated Press, Jumat (14/3/2/2025).
Pada Selasa (11/3/2025), Komisi Eropa selaku badan eksekutif UE mengumumkan pihaknya akan membalas tarif AS atas baja dan aluminium. Komisi tersebut akan mencabut penangguhan pungutan sebelumnya atas barang-barang AS, termasuk wiski, dan memberlakukan tarif baru. Perubahan tersebut akan berlaku pada April 2025.
“Uni Eropa harus bertindak untuk melindungi konsumen dan bisnis. Tindakan balasan yang kami ambil hari ini kuat tetapi proporsional,” papar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Selasa.
Sebagai balasan, Menteri Perdagangan Howard Lutnick pada Kamis (13/3/2025) menyampaikan komentarnya di Bloomberg Television. Menurutnya Trump “sangat kesal” dengan tindakan Uni Eropa, yang menyebabkan ancaman terbaru.
Otoritas AS masih berencana untuk mengumumkan putaran tambahan dari apa yang disebut tarif timbal balik pada April 2025. Negara-negara Eropa diperkirakan akan terkena dampak dari tindakan tersebut juga.
“Tarif mereka jauh lebih tinggi di sini, dan tarif kami lebih rendah di sini. Bagaimana kalau santai saja. Mari kita seimbangkan,” ucap Lutnick tentang Uni Eropa. Berita ini tampaknya memberi tekanan pada saham perusahaan minuman keras Eropa, yang telah berjuang baru-baru ini.
Saham LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton yang diperdagangkan di Paris, Prancis turun untuk hari kesembilan pada Kamis waktu setempat dan telah turun sekitar 13% sejak akhir Februari 2025. LVMH merupakan perusahaan merek mewah terbesar di dunia dan dipimpin oleh miliarder Bernard Arnault, orang terkaya di Eropa.
Saham Remy Cointreau melemah untuk hari ketiga, sehingga kerugiannya menjadi lebih dari 11% dalam rentang tersebut. Harga saham Pernod Ricard juga melemah untuk hari ketiga dan turun lebih dari 7% sejak penutupan Senin (10/3/2025).
Perang dagang tampaknya juga telah menggerogoti saham alkohol AS. Saham induk perusahaan Jack Daniels, Brown Forman, turun 5,9% minggu ini meskipun naik pada perdagangan Kamis.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV