Senin, 24 Maret 2025

China Ikuti The Fed Tahan Suku Bunga karena Ancaman Tarif Trump

Penulis : Grace El Dora
20 Mar 2025 | 11:05 WIB
BAGIKAN
Bank Rakyat China (PBoC) telah memangkas dua suku bunga acuan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan yang lamban setelah pemulihan pascapandemi Covid-19 berlangsung singkat, di bawah harapan pasar. (Foto: ADEK BERRY)
Bank Rakyat China (PBoC) telah memangkas dua suku bunga acuan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan yang lamban setelah pemulihan pascapandemi Covid-19 berlangsung singkat, di bawah harapan pasar. (Foto: ADEK BERRY)

BEIJING, investor.id Bank sentral China (PBoC) mengikuti langkah The Federal Reserve (The Fed) yang menahan suku bunga. Pasalnya, ancaman tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menekan mata uang yuan.

Pemerintah China juga berupaya keras menopang pertumbuhan dan menstabilkan mata uangnya di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan, lapor CNBC internasional, Kamis (20/3/2025).

PBoC mempertahankan suku bunga pinjaman utama satu tahun pada 3,1% dan LPR tenor lima tahun pada level 3,6%. Level suku bunga ini telah berlaku sejak pemotongan seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps) pada Oktober 2024.

Baca juga: Wall Street Melesat Usai The Fed Proyeksi 2 Kali Pemangkasan Suku Bunga

Advertisement

Keputusan suku bunga mengikuti langkah The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan. Namun, pejabat The Fed mengindikasikan kemungkinan pemotongan suku bunga setengah poin persentase atau 50 bps hingga 2025.

LPR China biasanya dibebankan kepada klien terbaik bank. LPR ini dihitung setiap bulan berdasarkan suku bunga yang diusulkan pemberi pinjaman komersial yang ditunjuk yang diajukan kepada PBoC.

LPR satu tahun memengaruhi pinjaman perusahaan dan sebagian besar pinjaman rumah tangga di China, sedangkan LPR tenor lima tahun berfungsi sebagai patokan untuk suku bunga hipotek.

PBoC mempertahankan suku bunga 7-day rate, suku bunga kebijakan utama negara itu, tetap pada 1,5% sejak pemangkasan pada Oktober 2024. Bank sentral China tersebut mempertahankan yuan yang menghadapi tekanan di tengah ancaman tarif yang lebih tinggi.

Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, tapi Dua Kali Pemangkasan di Depan Mata

Yuan lepas pantai China telah memperoleh kembali kekuatannya dalam beberapa minggu terakhir setelah mencapai titik terendah dalam 16 bulan pada Januari 2025. Sedangkan pelemahannya hampir 1,8% sejak kemenangan pemilihan Trump pada November 2024.

Setelah pengumuman suku bunga, yuan bergerak tipis diperdagangkan pada 7,2280 terhadap dolar AS sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun lebih dari 2 bps menjadi 1,932%.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 38 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia