Serangan Drone Israel di Gaza Tewaskan Warga Sipil dan Jurnalis

KAIRO, investor.id – Serangan pesawat nirawak (drone) Israel di Jalur Gaza utara pada Sabtu (15/3/2025) menewaskan lima warga sipil dan dua jurnalis, lapor kantor berita Palestina WAFA dengan mengutip sumber-sumber lokal. Drone itu menembaki sekelompok warga di Beit Lahia, kata kantor berita itu.
Gencatan senjata berlaku di Jalur Gaza dari 19 Januari hingga 1 Maret 2025 sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan antara Israel dan gerakan Palestina Hamas mengenai pembebasan sandera Israel dengan imbalan tahanan Palestina.
Setelah gencatan senjata 42 hari itu berakhir, Israel mengumumkan Perwakilan Khusus AS Steve Witkoff telah mengusulkan perpanjangan gencatan senjata di Gaza untuk memastikan pembebasan sandera Israel yang tersisa. Namun kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menolak rencana tersebut.
Sebagai tanggapan, Israel menghentikan aliran bantuan kemanusiaan ke daerah kantong itu.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang mengajukan usulan "jembatan" untuk memperpanjang gencatan senjata Gaza hingga setelah Ramadan dan Paskah Yahudi, kata Gedung Putih dalam satu pernyataan, Jumat (14/3/2025).
"Presiden (Donald) Trump telah menjelaskan Hamas akan segera membebaskan sandera, atau membayar harga yang mahal," ujar Steve Witkoff selaku Kantor Utusan Khusus Presiden dan Dewan Keamanan Nasional, seperti dikutip pernyataan Gedung Putih itu.
Witkoff dan Direktur Senior Dewan Keamanan Nasional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Eric Trager mengajukan usulan "jembatan" di Doha, Qatar pada Rabu (12/3/2025). Menurutnya, usulan ini akan memberikan waktu untuk merundingkan kerangka kerja gencatan senjata permanen.
Berdasarkan usulan tersebut, kata pernyataan Gedung Putih itu, Hamas diminta membebaskan sandera yang masih hidup dengan imbalan pembebasan tahanan-tahanan Palestina sesuai dengan rumus sebelumnya.
"Melalui mitra kami, Qatar dan Mesir, Hamas diberi tahu dengan tegas bahwa 'usulan jembatan' ini harus segera dilaksanakan, dan bahwa warga negara ganda AS-Israel Edan Alexander harus segera dibebaskan," lapor Anadolu.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV