PM Inggris Berselisih dengan Menlu Lammy Soal Gaza

LONDON, investor.id – Kantor perdana menteri (PM) Inggris secara terbuka menolak pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris (Menlu) Inggris David Lammy soal Gaza. PM menegaskan, Israel telah melanggar hukum internasional dengan memblokade bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Penolakan ini menandai teguran langka terhadap pejabat senior tersebut, lapor Anadolu, Rabu (19/3/2025).
Meskipun tindakan Israel di Gaza berisiko melanggar hukum humaniter internasional, pernyataan Lammy pada Senin (17/3/2025) lalu dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan penilaian pemerintah. Laporan ini disampaikan media Inggris yang mengutip juru bicara PM Inggris Keir Starmer.
Perselisihan tersebut mencuat hanya beberapa jam setelah Israel kembali melancarkan serangan udara ke Gaza, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya di hadapan parlemen, Lammy menegaskan blokade Israel terhadap bantuan kemanusiaan merupakan pelanggaran hukum internasional yang jelas.
Sementara itu, juru bicara Starmer menegaskan sikap Partai Buruh tetap sejalan dengan pemerintah. Starmer menyatakan tindakan Israel di Gaza jelas berisiko melanggar hukum humaniter internasional.
Juru bicara tersebut mendesak Israel untuk mematuhi kewajiban internasionalnya, tetapi menekankan keputusan hukum atas masalah ini berada di tangan pengadilan.
Ketika ditanya apakah Lammy telah melampaui kebijakan pemerintah, juru bicara Starmer merujuk pertanyaan tersebut kepada Kementerian Luar Negeri. Namun pihaknya juga menegaskan tidak ada perubahan kebijakan.
Kontroversi itu berpusat pada blokade Israel terhadap bantuan penting ke Gaza termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan yang diumumkan sejak awal Februari 2025.
Organisasi kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta banyak negara lain telah menyuarakan keprihatinan atas kondisi kritis di Gaza, di mana rumah sakit kewalahan menangani jumlah korban yang terus bertambah.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan telah lebih dari 400 orang tewas dalam serangan udara semalam, menandai berakhirnya gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua bulan.
Dalam pernyataan Senin, Lammy mengecam tindakan Israel tidak dapat diterima, sangat mengkhawatirkan, dan amat meresahkan. Terutama karena bantuan telah diblokade selama lebih dari dua pekan, katanya.
Lammy menyerukan agar tingkat bantuan kemanusiaan dikembalikan seperti sebelum blokade, di mana lebih dari 600 truk bantuan memasuki Gaza setiap harinya.
“Rakyat Palestina membutuhkan dukungan kemanusiaan yang memadai pada saat ini,” tegasnya.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV