Senin, 24 Maret 2025

UNICEF Sebut Kelangkaan Air di Gaza Saat Ini Kritis

Penulis : Grace El Dora
12 Mar 2025 | 14:56 WIB
BAGIKAN
Tahanan Palestina disambut saat keluar dari bus Palang Merah setelah dibebaskan dari penjara Israel menyusul perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di kota Ramallah, Tepi Barat, Sabtu (1/2/2025). (Foto: AP/ Mahmoud Illean)
Tahanan Palestina disambut saat keluar dari bus Palang Merah setelah dibebaskan dari penjara Israel menyusul perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di kota Ramallah, Tepi Barat, Sabtu (1/2/2025). (Foto: AP/ Mahmoud Illean)

NEW YORK, investor.id – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNICEF memperingatkan krisis air parah telah mencapai titik kritis di Jalur Gaza. Menurut laporan terbaru, sekitar 90% penduduk di Jalur Gaza tidak bisa mendapatkan air minum yang aman.

Pejabat UNICEF di Gaza, Rosalia Poulin, melaporkan 600.000 penduduk Gaza sempat mendapatkan kembali air minum pada November 2024, tetapi kemudian tidak bisa lagi.

Badan-badan PBB memperkirakan 1,8 juta warga di wilayah kantong Palestina itu saat ini membutuhkan air, sanitasi, dan bantuan kesehatan. Lebih dari separuhnya adalah anak-anak.

Advertisement

UNICEF menekankan, situasi saat ini terus memburuk setelah Israel memutus aliran listrik ke Gaza sehingga mengganggu desalinasi air yang sangat dibutuhkan di wilayah itu.

Bersamaan dengan kondisi ini, pemerintah Mesir mengecam tindakan Israel yang memutus aliran listrik ke Jalur Gaza, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional.

"Mesir mengecam pemutusan aliran listrik ke Jalur Gaza. Ini sebuah pelanggaran baru terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Konvensi Jenewa Keempat (tentang perlindungan warga sipil)," kata Kementerian Luar Negeri Mesir pada Selasa (11/3/2025).

Pada Minggu (9/3/2025), Menteri Energi rezim Zionis Eli Cohen mengumumkan ia telah memerintahkan untuk menghentikan segera pasokan listrik ke Jalur Gaza sebagai upaya menekan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, agar membebaskan lebih banyak sandera.

Selain mengecam pemutusan listrik, Mesir juga menilai kebijakan hukuman kolektif yang diambil oleh Israel. Ini termasuk menangguhkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, tidak dapat diterima.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkini


Market 1 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 2 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 24 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 53 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia