Putin Minta Pertemuan dengan AS Sebelum “Perdamaian Abadi” dengan Ukraina

MOSKOW, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin meminta pertemuan dengan Amerika Serikat (AS) sebelum gencatan senjata di Ukraina. Putin mengatakan, pada prinsipnya Rusia setuju dengan rencana gencatan senjata dipimpin AS yang didukung oleh Ukraina awal minggu ini.
Namun, pihaknya tidak menandatangani kesepakatan apa pun, dengan alasan hal itu memerlukan negosiasi lebih lanjut dan harus mengarah pada "perdamaian abadi".
"Ide (gencatan senjata) itu sendiri benar dan kami tentu mendukungnya, tetapi ada beberapa masalah yang perlu didiskusikan. Saya pikir kita perlu berbicara dengan rekan dan mitra Amerika kita. Mungkin menelepon Presiden Trump dan membahasnya bersama. Tetapi kami mendukung gagasan untuk mengakhiri konflik ini melalui cara-cara damai," katanya, lapor NBC pada Jumat (14/3/2025).
Pihaknya melanjutkan, kesepakatan harus dihasilkan dari fakta gencatan senjata ini yang sedemikian rupa sehingga akan mengarah pada perdamaian jangka panjang dan menghilangkan akar penyebab krisis tersebut.
"Kami mendukungnya tetapi ada nuansanya," ucapnya, ketika ditanya tentang kesepakatan gencatan senjata 30 hari yang ditengahi oleh Gedung Putih. Pemerintah Ukraina mendukung rencana tersebut pada Selasa (11/3/2025), bergantung pada persetujuan Kremlin. Putin berbicara pada konferensi pers di Moskow, setelah pembicaraan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.
Putin juga mempertanyakan apakah 30 hari tersebut akan digunakan untuk memasok senjata atau melatih unit yang baru dimobilisasi. Ia juga membahas bagaimana potensi pelanggaran gencatan senjata akan dipantau.
Berbicara dalam jumpa pers dengan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte, Presiden AS Donald Trump melontarkan komentarnya.
"Kami mendapat kabar semuanya berjalan baik di Rusia, itu tidak berarti apa-apa sampai kami mendengar apa hasil akhirnya. Semoga mereka semua ingin mengakhiri mimpi buruk ini," jelasnya.
Delegasi AS yang dipimpin oleh utusan khusus Trump, Steve Witkoff, tiba di Moskow untuk pembicaraan gencatan senjata pada Kamis (13/3/2025).
Indikasi sebelumnya dari pejabat Rusia tampaknya menunjukkan negara itu tidak akan segera menandatangani kesepakatan yang dipimpin AS.
Yuri Ushakov, seorang ajudan presiden Rusia, tidak mengonfirmasi atau membantah tetapi mencatat gencatan senjata akan memberi Ukraina kesempatan untuk meningkatkan pasukannya. Pihaknya menyebut rencana itu sebagai jeda sementara bagi militer Ukraina. “Tidak lebih," tukasnya.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV