Senin, 24 Maret 2025

BoJ Pertahankan Suku Bunga Jepang Imbas Tarif Trump

Penulis : Grace El Dora
19 Mar 2025 | 11:13 WIB
BAGIKAN
Seorang pria berjalan melewati kantor pusat bank sentral Jepang (BoJ) di Tokyo, Jepang pada 17 Januari 2023. (Foto: REUTERS/Issei Kato)
Seorang pria berjalan melewati kantor pusat bank sentral Jepang (BoJ) di Tokyo, Jepang pada 17 Januari 2023. (Foto: REUTERS/Issei Kato)

TOKYO, investor.id – Bank sentral Jepang (BoJ) pada Rabu (19/3/2025) mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya tetap pada 0,5% dengan suara bulat, karena imbas tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Negara yang bergantung pada ekspor tersebut menilai dampak potensial dari kebijakan perdagangan proteksionis Trump terhadap ekonominya.

Langkah tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar. Langkah ini diambil menjelang pertemuan kebijakan The Federal Reserve (The Fed) AS, di mana bank sentral diharapkan mempertahankan suku bunga acuannya tetap.

"Ekonomi Jepang telah pulih secara moderat, meskipun beberapa pelemahan telah terlihat sebagian," kata regulator BoJ, seperti dikutip CNBC internasional, Rabu. Pihaknya memperingatkan tentang ketidakpastian yang tinggi seputar aktivitas ekonomi dan harga Jepang, termasuk situasi yang berkembang mengenai perdagangan, serta perilaku penetapan upah dan harga perusahaan domestik.

Advertisement

Bank tersebut tampaknya mengacu pada tarif timbal balik dan tarif khusus sektor yang diharapkan diumumkan Trump pada 2 April 2025, kata kepala strategi di MCP Asset Management Japan Hiroki Shimazu.

Investor akan memantau konferensi pers Gubernur BoJ Kazuo Ueda pada pukul 3:30 sore waktu setempat pada Rabu, untuk mendapatkan petunjuk tentang kemungkinan waktu kenaikan suku bunga berikutnya, kata Shimazu.

Tanpa menyebutkan tarif Trump secara khusus, Ueda mengkhawatirkan ketidakpastian seputar perkembangan ekonomi luar negeri.

Setelah keputusan suku bunga, yen Jepang sedikit berubah, diperdagangkan pada 149,46 terhadap dolar AS. Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,69%.

Analis berpandangan BoJ akan segera menaikkan suku bunga, tetapi berbeda pendapat tentang waktu kenaikan berikutnya. Kepala ekonom Asia di HSBC Fred Neumann mengatakan BoJ dapat menaikkan suku bunga berikutnya pada Juni 2025.

"Juni tampaknya lebih mungkin. Pasar sedikit setelah itu, mungkin Juli adalah apa yang dipikirkan pasar saat ini. Kami pikir sedikit lebih awal di bulan Juni," kata Neumann, Rabu.

"Itu tidak hanya bergantung pada Fed. Itu sebenarnya bergantung pada BOJ yang mendapatkan beberapa bukti bahwa kenaikan upah benar-benar meresap ke dalam ekonomi," tutur Neumann.

"Kami baru saja meminta serikat pekerja besar bernegosiasi, kami tidak tahu apa yang dilakukan serikat pekerja yang lebih kecil, kami tidak tahu apa yang dilakukan perusahaan kecil atau menengah, jadi BoJ cenderung menunggu hingga Juni untuk mendapatkan semua bukti tentang upah dan kemudian mereka dapat menarik pelatuknya," imbuhnya.

BoJ menaikkan suku bunga jangka pendek menjadi 0,5% dari 0,25% pada Januari 2025, level tertinggi sejak 2008, setelah mengakhiri program stimulus besar-besaran tahun lalu. Bank sentral telah mengisyaratkan kesiapannya untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika pertumbuhan ekonomi dan inflasi bergerak sesuai dengan proyeksinya.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 16 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 38 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 2 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 2 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia