Trump Sebut Kanada Pelanggar Tarif dan AS Tak Butuh Listriknya

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Kanada sebagai "pelanggar tarif" dan mengklaim AS tidak membutuhkan energi listriknya. Sebelumnya, Provinsi Ontario mengenakan biaya tambahan listrik pada tiga negara bagian AS.
Sebagai provinsi terpadat di Kanada, Ontario menyediakan listrik untuk 1,5 juta rumah dan bisnis. Pemimpin provinsi itu mengatakan, pihaknya akan menambahkan biaya tambahan sebesar 25% pada ekspor listrik ke Michigan, Minnesota, dan New York pada Senin (10/3/2025).
"Ontario baru saja mengumumkan biaya tambahan sebesar 25% untuk 'listrik,' dari semua hal," kata Trump seperti dikutip AFP, Selasa (11/3/2025). Trump mengklaim provinsi tersebut bahkan tidak diizinkan untuk melakukan itu.
"Kanada adalah pelanggar Tarif, dan selalu demikian, tetapi Amerika Serikat tidak akan mensubsidi Kanada lagi. Kami tidak butuh Mobil Anda, kami tidak butuh Kayu Anda, kami tidak butuh Energi Anda, dan segera, Anda akan mengetahuinya," tambahnya di platform Truth Social miliknya.
Dalam upaya memperbaiki dugaan ketidakseimbangan perdagangan, Trump telah berjanji untuk meluncurkan tarif timbal balik di semua negara mulai 2 April 2025.
Ia tampaknya mengonfirmasi dirinya akan melakukannya dalam unggahan Truth Social.
"Karena Tarif kami bersifat timbal balik, kami akan mendapatkannya kembali pada 2 April," ucapnya.
Trump telah berulang kali berbicara tentang pencaplokan Kanada dan mengacaukan perdagangan bilateral, urat nadi ekonomi Kanada, dengan tindakan tarif yang telah berubah ke berbagai arah sejak ia menjabat.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV