Tiga Lini Bisnis Utama Asuransi Umum Mengalami Lonjakan Rasio Klaim

JAKARTA, investor.id – Tiga lini bisnis utama dari industri asuransi umum di Indonesia mengalami peningkatan sepanjang tahun 2024. Tiga lini bisnis yang dimaksud adalah asuransi properti, asuransi kredit, dan asuransi kendaraan bermotor.
Mengacu data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), lini bisnis pertama yang mengalami lonjakan klaim adalah asuransi properti. Lini bisnis terbesar dari asuransi umum itu punya rasio klaim sebesar 27,8% pada 2024, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 25,5%.
Diintip dari sisi kinerja, pendapatan premi asuransi properti meningkat 14,7% year on year (yoy) menjadi Rp 30,36 triliun pada 2024. Di saat sama, nilai klaim yang dibayarkan sebesar Rp 8,44 triliun atau meningkat 24,7% yoy.
Lini kedua yang mengalami peningkatan rasio klaim adalah bisnis asuransi kredit. Rasio klaim tercatat meningkat dari posisi 75,6% menjadi 85,3%.
Premi yang dihimpun dari bisnis asuransi kredit cenderung menyusut 3,4% yoy menjadi Rp 21,66 triliun pada 2024. Sementara itu, klaim yang dibayarkan asuransi umum untuk risiko kredit mencapai Rp 18,77 triliun atau meningkat 5,4% yoy.
Peningkatan nilai klaim asuransi kredit agak tak sejalan dengan tren kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross perbankan yang sebenarnya mengalami perbaikan dari posisi 2,19% pada 2023 menjadi 2,08% di 2024. Begitu juga tren kredit berisiko (loan at risk/LAR) yang turun dari 10,94% menjadi 9,28% berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lebih lanjut, lini utama ketiga di industri asuransi umum yang tercatat mengalami kenaikan rasio klaim yaitu asuransi kendaraan bermotor. Rasio klaim dilaporkan naik dari 36,1% pada 2023 menjadi 38,8% di akhir 2024.
Asuransi kendaraan bermotor mencatat produksi premi sebesar Rp 20,14 triliun atau naik tipis 3,3% yoy. Sedangkan nilai klaim dari asuransi kendaraan bermotor melonjak 11,0% yoy menjadi Rp 7,80 triliun.
Secara keseluruhan untuk 15 lini bisnis di sektor asuransi umum mencatat kinerja pendapatan premi sebesar Rp 112,86 triliun atau meningkat 8,7% yoy pada 2024. Klaim dibayarkan mencapai Rp 49,90 triliun atau naik 8,5% yoy.
Dari kinerja tersebut, asuransi umum di Indonesia mencatat rasio klaim sebesar 44,2% pada 2024. Angka itu relatif stagnan dengan kecenderungan menurun dibandingkan tahun sebelumnya di level 44,3%.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV