Senin, 24 Maret 2025

Premi Reasuransi Tersungkur, Tapi Klaim Membaik Signifikan

Penulis : Prisma Ardianto
5 Mar 2025 | 20:43 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi reasuransi. (Investor Daily/Prisma Ardianto)
Ilustrasi reasuransi. (Investor Daily/Prisma Ardianto)

JAKARTA, investor.id – Kinerja dari industri reasuransi terkonsolidasi pada tahun 2024. Meski premi bergerak menurun, nilai klaim keseluruhan mengalami penurunan yang signifikan.

Mengacu laporan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), total pendapatan premi industri reasuransi pada 2024 mencapai Rp 21,55 triliun. Nilai itu lebih rendah -7,8% year on year (yoy) dari Rp 23,38 triliun pada tahun 2023.

Penurunan terbesar dicatatkan dari lini asuransi kredit yang anjlok 26,1% yoy menjadi Rp 4,744 triliun. Lini asuransi kredit ini menempati posisi posisi kedua terbesar sebagai penyumbang pendapatan premi untuk industri reasuransi.

Advertisement

Selain asuransi kredit, penurunan premi juga terjadi pada lini bisnis reasuransi lain pada 2024 seperti asuransi pengangkutan (marine cargo) sebesar -6,9% yoy, asuransi rangka kapal (marine hull) sebesar -4,2% yoy, asuransi penerbangan (aviation) -26,4% yoy, asuransi energy onshore -6,8% yoy, asuransi rekayasa (engineering) -18,5% yoy, asuransi liability -4,3% yoy, dan asuransi aneka (miscellaneous) -41,4% yoy.

Sementara premi dengan kinerja positif dicatatkan reasuransi dari lini bisnis asuransi properti dengan pertumbuhan +5,0% yoy menjadi Rp 9,55 triliun. Adapun asuransi properti masih menjadi kontributor premi terbesar bagi industri reasuransi.

Di samping asuransi properti, pertumbuhan premi turut dicatatkan oleh lini asuransi kendaraan bermotor +29,9% yoy, asuransi satelit +89,1% yoy, asuransi energy offshore +46,3% yoy, asuransi kecelakaan diri (personal accident/PA) +271,2% yoy, asuransi kesehatan 35,7% yoy, dan asuransi suretyship +80,3% yoy.

Dari sisi klaim, total nilai klaim dibayarkan reasuransi pada tahun 2024 mencapai Rp 8,44 triliun, turun dalam -28,9% yoy. Penurunan khususnya terjadi pada lini asuransi kredit sebesar -38,5% yoy menjadi Rp 2,71 triliun.

Terlepas asuransi kredit, penurunan nilai klaim pada 2024 juga dibukukan lini asuransi properti -8,6% yoy, asuransi kendaraan bermotor -0,7% yoy, asuransi rangka kapal -3,1% yoy, asuransi penerbangan 60,1% yoy, asuransi satelit -97,2% yoy, asuransi rekayasa -100% yoy, asuransi liability 84,1% yoy, dan asuransi aneka -72,9% yoy.

Rasio Klaim Membaik

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 41 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia