Senin, 24 Maret 2025

Pembiayaan Multifinance Melambat 7 Bulan Berturut-Turut

Penulis : Prisma Ardianto
4 Mar 2025 | 19:39 WIB
BAGIKAN
Pekerja membersihkan mobil di salah satu showroom di Rangkasbitung, Lebak, Banten, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Pekerja membersihkan mobil di salah satu showroom di Rangkasbitung, Lebak, Banten, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

JAKARTA, investor.id – Nilai piutang pembiayaan multifinance pada Januari 2025 tumbuh 6,04% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 504,33 triliun. Pertumbuhan itu menandai pelambatan selama tujuh bulan berturut-turut.

“Piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tumbuh 6,04% year on year pada Januari 2025,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman dalam konferensi pers pada Selasa (4/3/2025).

Tren piutang pembiayaan multifinance sebesar 6,04% yoy menegaskan terjadi lagi perlambatan pertumbuhan. Dengan demikian, perlambatan pertumbuhan piutang pembiayaan telah terjadi selama tujuh bulan beruntun atau sejak Juli 2024.

Advertisement

Dari sisi kualitas, pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) multifinance sedikit mengalami pemburukan. NPF net dan gross masing-masing sebesar 0,93% dan 2,96% pada Januari 2025, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,75% dan 2,70%.

Sementara gearing ratio multifinance masih berada dalam rentang yang memadai yaitu sebesar 2,21 kali. Level itu masih jauh dari batas atas yang diperkenankan OJK sebesar 10 kali.

Ditilik lebih lanjut, gearing ratio menurun dibandingkan bulan sebelumnya, juga bisa jadi penanda bahwa multifinance kurang agresif dalam aspek pendanaan. Hal itu sejalan dengan tren piutang pembiayaan terkini.

OJK sendiri memproyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan dari multifinance sepanjang tahun 2025 dalam kisaran 8-10% yoy. Dengan demikian secara nominal, piutang pembiayaan diperkirakan ditutup mencapai Rp 543,70 triliun sampai dengan 553,77 triliun.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 32 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 56 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia