Pembiayaan Multifinance Melambat 7 Bulan Berturut-Turut

JAKARTA, investor.id – Nilai piutang pembiayaan multifinance pada Januari 2025 tumbuh 6,04% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 504,33 triliun. Pertumbuhan itu menandai pelambatan selama tujuh bulan berturut-turut.
“Piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tumbuh 6,04% year on year pada Januari 2025,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman dalam konferensi pers pada Selasa (4/3/2025).
Tren piutang pembiayaan multifinance sebesar 6,04% yoy menegaskan terjadi lagi perlambatan pertumbuhan. Dengan demikian, perlambatan pertumbuhan piutang pembiayaan telah terjadi selama tujuh bulan beruntun atau sejak Juli 2024.
Baca Juga:
Jalan Terjal Industri MultifinanceDari sisi kualitas, pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) multifinance sedikit mengalami pemburukan. NPF net dan gross masing-masing sebesar 0,93% dan 2,96% pada Januari 2025, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,75% dan 2,70%.
Sementara gearing ratio multifinance masih berada dalam rentang yang memadai yaitu sebesar 2,21 kali. Level itu masih jauh dari batas atas yang diperkenankan OJK sebesar 10 kali.
Baca Juga:
Kredit Bank, Pembiayaan Multifinance, hingga Pinjaman Fintech Lending Tumbuh Positif pada 2024Ditilik lebih lanjut, gearing ratio menurun dibandingkan bulan sebelumnya, juga bisa jadi penanda bahwa multifinance kurang agresif dalam aspek pendanaan. Hal itu sejalan dengan tren piutang pembiayaan terkini.
OJK sendiri memproyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan dari multifinance sepanjang tahun 2025 dalam kisaran 8-10% yoy. Dengan demikian secara nominal, piutang pembiayaan diperkirakan ditutup mencapai Rp 543,70 triliun sampai dengan 553,77 triliun.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV