Kredit Macet di Pinjol Bertambah Rp 126,4 Miliar Jelang Nataru

JAKARTA, investor.id – Kredit macet dalam layanan pinjaman online (pinjol) dari fintech p2p lending meningkat jelang periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru 2024/2025). Hal tersebut ditandai peningkatan tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) yang dicatatkan fintech p2p lending.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan, pinjaman di fintech p2p lending mencapai Rp 75,60 triliun sampai dengan November 2024.
“Outstanding pembiayaan di November 2024 tumbuh 27,32% year on year (yoy),” beber Agusman dalam konferensi pers secara daring, pada Selasa (7/1/2025).
Di samping itu, dia membeberkan tingkat risiko kredit macet di fintech p2p lending yang tercermin dari TWP 90. Meski masih terjaga stabil, TWP 90 naik dari level 2,37% menjadi 2,52% per November 2024.
Baca Juga:
Relaksasi Suku Bunga Pinjol KontradiktifSebelumnya, OJK juga telah melaporkan bahwa pada Oktober 2024, nilai outstanding pinjaman fintech p2p lending tumbuh 29,23% (yoy) menjadi sebesar Rp 75,02 triliun.
Merujuk deretan data tersebut, dapat diketahui bahwa nilai kredit macet di pinjol meningkat dari Rp 1,77 triliun per Oktober menjadi Rp 1,90 triliun November, atau sebelum periode Nataru 2024/2025. Artinya, terjadi peningkatan kredit macet di pinjol senilai Rp 126,4 miliar.
11 Pinjol Modal Cekak
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV