Kerja Keras Penuhi Target Serapan 3 Juta Ton Beras
22 Mar 2025 | 09:16 WIB

Selain itu, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta dukungan dari berbagai pihak terkait. Mentan menekankan pentingnya kerja sama itu guna memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga. Upaya menjaga ketahanan pangan mutlak dilakukan demi keberlangsungan negara.
Baca Juga:
Jurus Menjaga Stok Beras CBP Bebas HamaApalagi diperlukan langkah dan kebijakan menangani pangan di tengah berbagai tantangan konflik gobal dan perubahan iklim. Saat ini, cadangan beras pemerintah (CBP) 2,2 juta ton, terbesar di sepanjang sejarah. Angka itu dipastikan bertambah besar seiring panen raya oleh para petani di sejumlah sentra. Indonesia memastikan tidak akan impor beras di 2025. Selain itu, pemerintah tengah menargetkan capaian swasembada pangan, utamanya beras, pada 2026.
Untuk menjaga produksi nasional, pemerintah juga terus menggalakkan transformasi pertanian tradisional ke modern. Langkah-langkah konkret yang diambil antara lain pendistribusian traktor roda dua dan empat, combine harvester, drone penebar benih, mesin tanam, mesin panen, serta pembangunan gudang yang terintegrasi dengan produksi.
Semua itu untuk mengimbangi lonjakan penduduk RI yang naik 3,5 juta orang per tahun atau 35 juta orang dalam 10 tahun. Menurut Mentan, saat pangan bermasalah maka negara juga bermasalah. "Kalau 10 tahun 35 juta, pangannya dari mana? Kalau lahan tetap dan konsumsi bertambah, apa yang terjadi. Karena itu, sekarang kita kerja dan hasilnya sudah ada. Bayangkan kalau terjadi seperti di Malaysia, penduduk kita 10 kali lipatnya, kita ini 280 juta jiwa,” jelas dia.
Karena itu, rakyat Indonesia patut bersyukur dengan situasi pangan beras saat ini. Hal itu berkat kerja keras para petani yang berhasil mengolah lahan intensifikasi dan ekstensifikasi seperti cetak sawah, optimasi lahan, perluasan areal tanam, pompanisasi, dan sebagainya. “Alhamdulliah, pangan Indonesia kuat berkat kerja keras para petani. Kita harus terus bekerja keras dan berkolaborasi untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” tandas Mentan.
Harga Pangan
Sementara itu, saat memimpin sidang kabinet paripurna terkait persiapan menjelang Lebaran 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (21/03/2025), Presiden Prabowo memastikan stok pangan aman. Dalam pembukaan sidang, salah satu hal yang disampaikan Presiden adalah kesediaan stok pangan menjelang Lebaran 2025.
Kepala Negara memastikan, stok pangan cukup guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran 2025, itu karena produksi dan panen berjalan baik. Kepala Negara menekankan, Indonesia tak perlu impor pangan untuk Lebaran 2025 dan masyarakat diminta tak khawatir soal keadaan pangan nasional. “Saudara-saudara, salah satu yang utama yang harus saya sampaikan adalah di saat bulan-bulan ini, apalagi menjelang Lebaran, kondisi pangan kita aman, kondisi pangan kita cukup terkendali," jelas Prabowo.
Presiden juga memaparkan, harga pangan dan komoditas di Tanah Air termonitor stabil. Hanya harga cabai yang sempat naik, tapi saat ini cenderung turun. Presiden telah menginstruksikan Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk mengontrol stok dan harga pangan agar tetap stabil. “Menteri Perdagangan memantau terus ketersediaan dan harga bahan bahan pokok,” ujar Prabowo. Turut hadir dalam sidang kabinet itu adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta para menteri, wakil menteri, dan kepala badan Kabinet Merah Putih.
Editor: Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV