Mentan Amran Dorong Kalsel Percepat Swasembada Pangan

BANJARMASIN, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk segera merealisasikan program cetak sawah dan optimasi lahan (Oplah) guna mempercepat swasembada pangan nasional. Kedua program ini menjadi prioritas utama dalam mendukung ketahanan pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Hal itu diungkapkan Mentan Amran Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) dan Rencana Cetak Sawah di Kantor Gubernur Kalsel, Selasa (18/3/2025). “Di Kalsel, kita targetkan 30 ribu hektare cetak sawah dan 24 ribu hektare Oplah. Saya harap ini bisa segera diselesaikan sesuai rencana,” ujar Mentan Amran dalam keterangan pers, Rabu (19/3/2025).
Kalsel merupakan salah satu dari lima provinsi yang menjadi fokus dalam program ini, bersama dengan Papua Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Namun, Amran mengingatkan bahwa jika target tak tercapai, maka alokasi program bisa dialihkan ke provinsi lain yang lebih siap.
“Kalau Kalsel tidak mampu menyelesaikan targetnya, kita geser ke daerah lain. Ada provinsi lain yang juga menunggu kesempatan ini,” tegasnya.
Saat ini, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengajukan tambahan program Oplah dan cetak sawah seluas 100 ribu hektare. Mentan memastikan bahwa dana program akan dialokasikan ke daerah yang lebih cepat dalam merealisasikan targetnya.
Baca Juga:
Mentan Amran dan Wamentan Sudaryono Operasi Pasar di Palembang, Ramadan Tenang MenyenangkanUntuk mendukung peningkatan produksi pangan, Mentan Amran meminta Kalsel menerapkan indeks pertanaman (IP) 300, atau melakukan tanam tiga kali setahun. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri panen padi di Desa Maluka Baulin, Kabupaten Tanah Laut.
“Negara-negara lain sedang menghadapi krisis beras, kita harus siap. Kalau Kalsel bisa tanam tiga kali setahun, saya yakin provinsi ini bisa menjadi lumbung pangan nasional,” katanya.
Lahan Sawah Kalsel
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV