Senin, 24 Maret 2025

Mentan Amran Kabarkan Krisis Beras di Jepang, Malaysia hingga Thailand

Penulis : Muhammad Farhan
20 Mar 2025 | 19:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi beras. (Foto: Antara/Yudi)
Ilustrasi beras. (Foto: Antara/Yudi)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bagaimana situasi krisis pangan, terutama beras, tengah mengancam tiga negara di Asia. Adapun ketiga negara tersebut yakni Jepang, Malaysia hingga Thailand.

Mentan Amran menuturkan, situasi tersebut beruntungnya tidak menerpa kepada Indonesia. Bahkan stok berlimpah besar Indonesia diikuti dengan kenaikan harga pembelian pemerintah atau HPP gabah sebesar Rp 6.500/kilogram (kg).

“Pangan adalah isu strategis yang memengaruhi stabilitas negara. Secanggih-canggihnya Jepang membuat motor, pesawat terbang, tapi kalau berasnya tidak ada itu negara akan bermasalah, lihat negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina yang menjadi pusat penelitian beras, juga bermasalah,” ungkap Mentan Amran dalam keterangan resminya, Kamis (20/3/2025).

Advertisement

Amran mengungkapkan krisis pangan di Jepang, mengakibatkan harga jual beras mencapai hampir Rp 100.000/lg. Sementara di Malaysia dan Thailand membuat warganya sempat mengalami kepanikan karena kelangkaan beras.

“Di tingkat global sedang terjadi krisis pangan. Jepang harga beras hampir Rp 100.000/kg. Malaysia ribut dengan beras, begitu juga Filipina yang mengalami krisis beras. Tiga negara tetangga ini sudah krisis beras. Alhamdulillah, harga beras di Indonesia stabil,” ujar Amran.

Dia bilang, Indonesia perlu bersyukur karena tidak terdampak krisis pangan, kendati dalam penyediaan beras punya berbagai tantangan. Untuk itu kolaborasi antara pemerintah dan petani patut diapresiasi dalam pencegahan krisis pangan di negara agraris seperti Indonesia.

Alhamdulliah pangan Indonesia kuat berkat kerja keras para petani yang berhasil mengolah lahan intensifikasi dan ekstensifikasi seperti cetak sawah, optimasi lahan, perluasan areal tanam, pompanisasi, dan sebagainya,” ungkap Amran.

Selain itu, untuk menjaga produksi nasional, pemerintah juga terus menggalakkan transformasi pertanian tradisional ke modern. Langkah-langkah konkret yang diambil antara lain pendistribusian traktor roda dua dan empat, combine harvester, drone penebar benih, mesin tanam, mesin panen, serta pembangunan gudang yang terintegrasi dengan produksi.

Mentan Amran menambahkan semua ini dilakukan untuk mengimbangi lonjakan jumlah penduduk Indonesia yang mengalami kenaikan 3,5 juta orang pertahun atau 35 juta orang dalam 10 tahun.

“Kalau 10 tahun 35 juta, kira-kira pangannya dari mana? Kalau lahan tetap dan konsumsi bertambah kira-kira apa yang terjadi. Pangan bermasalah negara bermasalah. Karena itu sekarang kita lagi kerja dan hasilnya sudah ada, bayangkan kalau hal ini terjadi seperti Malaysia, di mana penduduk kita 10 kali lipat dari mereka. Kita ini 280 juta jiwa,” tegas Amran.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 34 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 58 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia