Kerja Keras Penuhi Target Serapan 3 Juta Ton Beras
22 Mar 2025 | 09:16 WIB

JAKARTA, investor.id–Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Perum Bulog dan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) akan terus mengejar target penyerapan 3 juta ton setara beras hingga April 2025 sebagai komitmen mencapai swasembada pangan.
Gerak cepat pemerintah dalam mengoptimalkan penyerapan gabah telah membuahkan hasil baik. Serapan gabah petani di Januari-Maret 2025 tercatat 390 ribu ton, naik pesat dari periode sama 2024 yang hanya 30 ribu ton.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, pemerintah telah menegaskan komitmennya dalam mencapai swasembada pangan dengan menargetkan penyerapan 3 juta ton setara beras hingga April 2025. Untuk itu, Bulog diminta segera menyerap gabah petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) demi menjaga stabilitas pangan nasional dan kesejahteraan petani.
Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, target ambisius itu diharapkan dapat tercapai, membawa Indonesia lebih dekat pada kemandirian pangan berkelanjutan. “Di Januari, Februari, Maret tahun lalu, per hari ini serapannya hanya 30 ribu ton, sekarang 390 ribu ton. Berapa persen naik? Ini sudah bagus,” kata Mentan Amran usai rakor luas tambah tanam di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada 19 Maret 2025.
Pembelian gabah dengan HPP Rp 6.500 per kilogram (kg) yang telah ditetapkan pemerintah diharapkan bisa memacu kesejahteraan petani di Tanah Air. “Itu gagasan besar Bapak Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan kita semua bergerak dan tidak boleh berpangku tangan. Kita sudah tetapkan HPP Rp 6.500 per kg,” ujar Mentan.
Mentan mengingatkan adanya sanksi bagi pihak yang membeli gabah di bawah HPP. Salah satunya, Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Kalsel baru-baru ini resmi dicopot dari jabatannya usai Mentan mendengar langsung keluhan petani. “Sudah dicopot pimwilnya. Kalau ada yang masih beli di bawah HPP, aku dengar, aku cari,” tegas dia.
Bebas Krisis
Mentan Amran juga lega karena sektor pangan RI cukup kuat berkat para petani dan itu terjadi kala negara lain kini sedang mengalami krisis. Sejumlah negara di kawasan Asia, termasuk Jepang, sedang krisis beras, harga komoditas itu hampir Rp 100 ribu per kg. Kondisi serupa terjadi di negara tetangga Malaysia dan Filipina dan hal itu sempat menimbulkan kepanikan masyarakat di tiga negara tersebut.
Mentan mengungkapkan, Indonesia patut bersyukur dengan stabilitas harga yang juga diikuti kenaikan HPP gabah Rp 6.500 per kg sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani. “Ketersediaan beras dan stabilitas harga yang berlaku saat ini buah kerja keras para petani dan juga dukungan berbagai pihak dalam mempertahankan Indonesia sebagai salah satu penghasil beras terbesar di dunia,” jelas Amran.
Editor: Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV