Senin, 24 Maret 2025

Produk Minyakita Mahesi Agri Karya Dipastikan Sesuai Takaran

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
20 Mar 2025 | 09:36 WIB
BAGIKAN
MinyaKita
Sumber: Kementerian Perdagangan
MinyaKita Sumber: Kementerian Perdagangan

JAKARTA,Investor.id -Produk Minyakita milik Mahesi Agri Karya Dipastikan Sesuai Takaran 1 Liter. Kepastian ini didapatkan dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Tim Satgas Pangan Polda Jatim yang dipimpin langsung AKP Akhmadi di gudang PT Mahesi Agri Karya kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur,pada Selasa (18/3/2025). Sidak tersebut untuk menindaklanjuti laporan inspeksi mendadak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Hadir dalam kegiatan sidak tersebut Tim Satgas Pangan Polda Jatim, Disperindag Provinsi Jawa Timur, UPT Perlindungan Konsumen serta tim Metrologi Legal juga memastikan volume Minyakita sesuai dengan yang tercantum di kemasan serta mengikuti aturan pemerintah.

Pihak Manajemen PT Mahesi Agri Karya mengapresiasi  kegiatan Sidak yang dilakukan Satgas Pangan Jawa Timur dan tim gabungan. “Sidak ini membuktikan bahwa perusahaan patuh terhadap aturan pemerintah dan selalu mengimplementasikan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam seluruh rangkaian proses produksi,” ujar Manajemen PT Mahesi Agri Karya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/3/2025).

Advertisement

Dalam sidak ini, tim Satgas Pangan beserta Disperindag Provinsi Jawa Timur, dan UPT perlindungan konsumen serta tim Metrologi Legal mengambil 5 sampel Minyakita ukuran 1 liter dengan tanggal produksi berbeda-beda. Proses pengujian sampel dilakukan oleh UPTD Metrologi Legal yang memiliki kompetensi melakukan pelayanan pengukuran, penakaran, dan penimbangan.

Dari lima sampel produk Minyakita yang dilakukan pengecekan, masing-masing menunjukkan ukuran volume yang sesuai yakni 1 liter hasil dari sidak tersebut akan dilaporkan ke Pengawas Kemetrologian Direktorat Metrologi Bandung.  Kesimpulan dari sidak pada 18 Maret 2025 yaitu tidak ditemukan adanya pengurangan takaran sebagaimana diberitakan sejumlah media pada pekan lalu.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan MinyaKita yang beredar tak sesuai takaran bakal ditarik dan bisa dijual kembali setelah dikemas ulang dengan volume yang sesuai. Hal ini merupakan salah satu sanksi administratif yang diberikan Kemendag kepada 106 pengusaha yang mencurangi tata niaga MinyaKita.
“Ya makanya, itu kan kita buat teguran. Yang kedua, minta mereka narik untuk kembali di-repacking sesuai dengan ukuran yang sebenarnya,” jelas Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Kemendag Moga Simatupang

Kemendag mencatat ada 106 pengusaha nakal yang melanggar aturan tata niaga MinyaKita. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya yaitu 66 pengusaha atau 66 perusahaan. Kecurangan yang dilakukan meliputi izin usaha yang tidak lengkap, penjualan MinyaKita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), pengurangan volume tak sesuai kemasan, sampai ketidaksesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). “Data sebanyak 106 pengusaha telah diserahkan kepada Bareskrim Polri dan Satgas Pangan Polri untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” ucap dia.

Moga juga mengatakan Menteri Perdagangan Budi Santoso telah memastikan pasokan dan produksi MinyaKita ditambah pada periode Lebaran Idulfitri tahun ini. “Mendag sudah mengundang distributor yang juga punya kebun untuk melipatkan-gandakan distribusi dalam rangka Idulfitri,“ kata dia.

Moga mengakui MinyaKita merupakan minyak hasil setoran Domestic Market Obligation (DMO) eksportir yang mengekspor Crude Palm Oil (CPO). Ia memastikan produksi minyak subsidi itu masih bisa ditingkatkan lagi. “Kan nanti bisa ada perkaliannya lagi, tetap untuk distribusikan. DMO-nya nanti nambah,” ujar dia.

Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 46 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia