Senin, 24 Maret 2025

Dana THR Harus Dikelola dengan Bijak agar Lebih Produktif 

Penulis : Imam Suhartadi
20 Mar 2025 | 22:07 WIB
BAGIKAN
Ilustrrasi tunjangan Hari Raya (THR). (Foto: Roojai)
Ilustrrasi tunjangan Hari Raya (THR). (Foto: Roojai)

JAKARTA, investor.id - Banyak masyarakat Indonesia yang menganggap Tunjangan Hari Raya atau THR sebagai “uang kaget” dan seringkali langsung dihabiskan untuk berbagai keperluan.

Padahal, momentum penerimaan THR merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi dan merencanakan masa depan keuangan dengan lebih baik. Uang THR seharusnya dapat dikelola dengan bijak agar lebih produktif dan memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Masyarakat Indonesia dapat menyambut Hari Kemenangan dengan gembira bersama orang-orang terkasih sambil tidak lupa untuk terus berinvestasi agar bisa mewujudkan tujuan-tujuan keuangan yang mulia seperti beribadah ke Tanah Suci, membeli rumah impian, menyiapkan dana pensiun, dan sebagainya,” kata PR & Corporate Communication Lead Bibit.id, William dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (20/3/2025).

Advertisement

Sebagai informasi, YouGov Indonesia menggelar survei yang dilakukan sejak Desember 2024melibatkan 2.000 responden.

Hasil survei mencatat sebanyak 58% masyarakat Indonesia menggunakan THR mereka untuk menabung. Kemudian disusul untuk berbelanja sebanyak 55%, dan posisi ketiga 51% digunakan untuk membayar zakat atau beramal.

Baca Juga THR Cair? Begini Cara Bijak Agar Nggak Habis Sekejap

General Manager YouGov Indonesia Edward Hutasoit, di Kantor YouGov Indonesia mengatakan, THR biasa digunakan untuk diberikan kepada keluarga dan saudara (45%). Posisi kelima sebagian orang menggunakan THR untuk berlibur sebanyak 28%, keenam sebanyak 27% responden menggunakan THR untuk membayar utang.

Diketahui, Bibit.id, aplikasi investasi digital memiliki solusi investasi untuk pemanfaatam THR yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan investor yang beragam.

Pertama, dari segi produk-produk yang menjadi pilihan investasi, PR & Corporate Communication Lead Bibit.id, William, menyampaikan bahwa Bibit merupakan platform yang sangat digemari untuk berinvestasi reksa dana, saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Obligasi Negara Fixed Rate (FR). Khusus untuk hari ini sampai tanggal 16 April 2025, investor bisa berinvestasi di Sukuk Tabungan seri ST014.

ST014 hadir dalam dua tipe produk, yaitu ST014-T2 dengan tenor dua tahun dan kupon minimal 6,50% per tahun serta ST014-T4 dengan tenor empat tahun dan kupon minimal 6,60% per tahun. ST014 merupakan produk investasi yang memiliki karakteristik floating with floor.

Artinya, suku bunga acuan Bank Indonesia naik, imbal hasil ST014 akan ikut naik, namun apabila suku bunga acuan Bank Indonesia turun, imbal hasil ST014 tidak akan ikut turun dan akan tetap di batas kupon minimalnya, yaitu 6,50% untuk ST014-T2 dan 6,60% untuk ST014-T4.

“Produk ST014 ini 100% pembayaran pokok dan imbal hasilnya dijamin oleh undang-undang, berbeda dengan deposito yang hanya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar maksimal Rp2 milyar per nasabah per bank. Itu pun hanya untuk deposito dengan bunga maksimal 4,25% per tahun.,” ujarnya

“Dari segi pajak, dibandingkan dengan deposito yang dikenakan pajak 20%, pajak yang dikenakan pada ST014 hanya 10% sehingga bisa menjadi pilihan investasi yang menguntungkan,” tambah William.

Kedua, dalam momentum bulan Ramadan, lanjut dia, mungkin saja sebagian masyarakat Indonesia ingin mengenal lebih dalam dan mulai berinvestasi di produk-produk Syariah. Terkait hal ini, Bibit menyediakan produk-produk Syariah yang beragam dan menarik.

Dari sisi produk, 30 persen produk reksa dana di Bibit adalah produk Syariah. ST014 pun merupakan produk Syariah yang bisa langsung dibeli di Bibit.

“Khusus mengenai investasi syariah, tingginya minat investor tercermin dari lebih dari 50 persen pengguna Bibit yang memiliki produk investasi Syariah di portofolio investasi mereka. Untuk berinvestasi di Bibit bisa dimulai dengan Rp100 ribu, bahkan Rp10 ribu saja,” kata William.

Ketiga, Bibit juga mempopulerkan strategi investasi bernama Systematic Investment Plan (SIP), yang pada dasarnya merupakan gabungan dari strategi the power of compounding dan Dollar Cost Averaging. SIP mewajibkan investor untuk menyetorkan uang ke reksa dana dalam jumlah yang sama, terjadwal, dan dalam horizon waktu yang sudah disesuaikan dengan tujuan keuangan mereka.

Misalnya, apabila investor ingin mengumpulkan dana pendidikan anak dalam waktu 15 tahun ke depan, strategi SIP sangat cocok untuk membantunya berinvestasi dengan disiplin, mudah, fleksibel, dan dalam portofolio yang terdiversifikasikan.

Bibit membuat SIP semakin mudah dilakukan karena memungkinkan setiap investor berinvestasi reksa dana dengan otomatis.

Bibit menyediakan metode pembayaran Autodebit yang memungkinkan Bibit melakukan pendebetan saldo rekening investor secara otomatis untuk investasi reksa dana.

Pilihan metode pembayaran juga cukup beragam, misalnya dengan RDN Wallet, GoPay, dan Bank Jago. Dengan beberapa klik, investor hanya perlu membuat portofolio investasi, memilih produk reksa dana yang mereka inginkan, mengisi nilai investasi yang hendak dicapai, mengatur jadwal investasi rutin serta memilih metode pembayaran.


 

Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 32 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 56 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia