Senin, 24 Maret 2025

Pembatasan Angkutan Logistik, Pengusaha Logistik Minta Pemerintah Kasih THR

Penulis : Ichsan Amin
19 Mar 2025 | 21:37 WIB
BAGIKAN
(ist)
(ist)

JAKARTA, investor.id – Pengusaha logistik yang tergabung dalam National Logistics Community (NLC) meminta kesediaan pemerintah untuk membayar cicilan angsuran kendaraan mereka dan Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan. Pasalnya, pembatasan angkutan truk sumbu 3 membuat kalangan usaha logistik kehilangan pendapatan membayar kewajiban.

Baca Juga : Pembatasan Angkutan Barang Dibayangi Aksi Mogok

“Kami sangat keberatan dengan aturan pelarangan itu, apalagi waktunya terlalu panjang. Bagi kami para pengusaha logistik jelas itu sangat memberatkan dan  merugikan,” ujar Ketua Umum National Logistics Community, Angga Purnama di Jakarta, Rabu (19/03/2025).

Seperti diketahui, pemerintah melarang truk sumbu 3 beroperasi mulai 24 Maret 2025 hingga 8 April 2025 saat Lebaran nanti. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan terbuka untuk berdiskusi dengan para pengusaha terkait peluang insentif pada saat pembatasan angkutan barang selama 16 hari Lebaran 2025 itu.

Advertisement

Baca Juga : Perlu Win Win Solution Atasi Kemelut Aturan Angkutan Barang  

Angga menuturkan, pihaknya tidak berharap pemerintah mau memenuhi insentif yang akan diajukan para pengusaha. Angga menjelaskan, jika pemerintah berniat untuk memberikan insentif kepada para pengusaha, itu seharusnya sudah dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum SKB terkait pelarangan itu dikeluarkan. 

“Ini kan waktunya mepet sekali, apalagi hanya dua minggu saja sebelum pemberlakukan pelarangan itu diterapkan. Jadi, menurut saya itu cuma lip service doang,” ucapnya. 

Dia menuturkan dengan adanya pelarangan selama 16 hari itu, otomatis para pengusaha logistik juga kehilangan penghasilan selama dua minggu. Sementara, para pengusaha harus mengeluarkan fixed cost berupa gaji dan THR karyawan. 

“Belum lagi membayar biaya cicilan dan pemeliharaan kendaraan. “Akibatnya, kita rugi banyak saat Lebaran dengan dilarang-larang seperti ini. Padahal mungkin banyak yang menduga kita pasti untung besar karena demandnya banyak, tapi kenyataannya tidak,” ungkapnya. 

Baca Juga : Pembatasan Angkutan Barang Berimbas ke Biaya Logistik

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mencanangkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%. Upaya pencapaian target pertumbuhan itu memerlukan perencanaan terintegrasi berbagai sektor termasuk sektor logistik. “Jadi bagaimana bisa mewujudkan hal itu jika kita diganggu-ganggu dengan kebijakan seperti ini,” pungkas Angga.

Editor: Ichsan Amin (tukangkuli@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 33 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 57 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia